ANALISIS DEKSAMETASON PADA JAMU PENAMBAH NAFSU MAKAN DI DAERAH BOGOR SELATAN

No: 102 Beberapa konsumen mengkonsumsi jamu dengan alasan karena terbuat dari bahan-bahan alami serta efek samping yang ditimbulkan tidak berbahaya. Berdasarkan data BPOM pada tahun 2010 ditemukan puluhan produk jamu di pasaran mengandung bahan kimia obat. Deksametason merupakan salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu penambah nafsu makan. Efek terapi dari deksametason sebagal antiinflamasi dengan efek samping yang ditimbulkan yaitu, menambah nafsu makan, wajah bulat seperti bulan, | osteoporosis dan lainnya. Penelitian ‘ni. bertujuan untuk menganalisis deksametason pada jamu penambah nafsu makan yang beredar di daerah Bogor Selatan. Sampel jamu penambah nafsu makan yang diuji sebanyak 10 sampel. Analisis kualitatif yang dilakukan meliputi uji pendahuluan menggunakan pereaksi asam sulfat pekat, uji Lieberman Burchard (LB) dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Untuk mengetahui kadar deksametason pada jamu penambah nafsu makan dilakukan secara kuantitatif dengan metode Spektrofotometri UV-VIS. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 10 merek jamu penambah nafsu makan di daerah Bogor Selatan, satu sampel jamu mengandung deksametason dengan kadar 0,8072 mg/g atau 6,091 1 mg/bungkus.