UJI DAYA HAMBAT SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI

No: 103 Pengobatan modern memiki efek samping yang merugikan dibanding pengobatan tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami. di Indonesia sendiri kita mengenal Jamu sebagai pengobatan tradisional yang asli berasal dari Indonesia. Pengobatan tradisional berupa jamu masih memiliki peminat di negeri ini. Salah satu pengobatan tradisional adalah dengan menggunakan Belimbing wuluh, Belimbing wuluh yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu dapur ternyata bisa dijadikan obat tradisional. Untuk mengetahui daya anti bakteri dari sari buah belimbing wuluh terhadap pertumbuhan _ bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis Sari buah belimbing wuluh di uji dengan variasi waktu pemekatan. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa & Bacillus subtilis dilakukan secara difusi, aktivitas antibakteri ditentukan dengan cara mengukur zona hambatnya. Sari buah belimbing wuluh mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa & Bacillus subtilis, 3, paling tinggi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter rata-rata zona hambat 1,575cm dan paling rendah aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata zona hambat 1,283cm