EFEK PEMBERIAN KITOSAN TERHADAP KADAR MERKURI (Hg) DALAM KRIM PEMUTIH MENGGUNAKAN LUMEX MERCURY ANALYZER

No: 106 Saat ini merkuri sangat banyak digunakan di industri kosmetik, meskipun penggunaan merkuri dan senyawanya dalam kosmetik telah dilarang di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no 376/MenKes/PerVIII/1990 tentang bahan-bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetika. Karena banyaknya kasus yang terjadi akibat pencemaran logam merkuri, maka berbagai teknik dan proses telah dikembangkan untuk memisahkan ion-ion logam berat seperti merkun yang sangat berbahaya , diantaranya yaitu dengan adsorbsi (penyerapan). Bahan pengadsorpsi yang aman digunakan yaitu kitosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah knim pemutih yang beredar di pasaran sekarang ini masih mengandung senyawa merkuri dan mengetahui efek pemberian kitosan yang dianggap sebagai antimerkuri terhadap kandungan merkuri di dalam krim pemutih. Pembuatan kitosan dilakukan melalui proses demineralisasi, deproteinisasi, penghilangan warna dan deasetilasi. Derajat deasetilasi dari pembuatan kitosan yang didapatkan yaitu 74.63%. Pengukuran hasil penyerapan merkuri menggunakan kitosan dilakukan dengan Lumex Mercury Analyzer. Kitosan ditambahkan dengan konsentrasi 0.05:0.25;0.5;0.75;1 % pada merkuri yang sebelumya telah diekstrasi menggunakan campuran asam nitrat, asam klorida, dan asam sulfat. Dari hasil penambahan kitosan pada krim pemutih didapatkan efisiensi penyerapan yang baik pada penambahan kitosan dengan konsentrasi | %, yaitu sebesar 98.71 %.