POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ANAK DENGAN DIAGNOSA ISPA DI INSTALASI RAWAT JALAN RS DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

No: 108 Antibiotik merupakan obat yang berperan dalam memerangi infeksi yang ditimbulkan oleh kuman. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah penyakit akut yang menyerang salah satu bagian dari atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah). Penggunaan antibiotic pada anak cukup tinggi pada terapi ISPA, baik ISPA atas maupun ISPA bawah. Tingginya prevalensi ISPA serta dampak yang ditimbulkannya membawa akibat pada tingginya konsumsi obat bebas dan antibiotik. Dalam kenyataannya antibiotik banyak diberikan untuk mengatasi penyakit tersebut. Penelitian ini merupakan studi deskriptif non-analitik. Data diambil secara retrospektif di Instalasi rawat jalan RS. DR. H. Marzoeki mahdi Bogor periode Januari-Desember 2012 terhadap data sekunder berupa rekam medis pasien anak serta resep, diperoleh 54 pasien untuk di analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 81,48% pasien terkena ISPA, 14,81% pasien menderita faringitis akut, dan 3,70% pasien menderita otitis media akut. Penggunaan antibiotik terbanyak menurut golongan adalah golongan sefalosporin 91,30 % dan golongan makrolid yaitu eritromisin sebesar 8,69 %. Bentuk sediaan yang digunakan lebih banyak dalam bentuk sediaan sirup sebesar 52,17% dalam bentuk sediaan tablet sebesar 47,82%. Untuk dosis antibiotik sekitar 56,52% rasional dan 43,47% kurang rasional 30,43% pemberian antibiotik dengan dosis melebihi dosis maksimal untuk sehari, dan 13,04% pemberian antibiotik dengan dosis kurang dari dosis maksimal untuk sehari. Kesesuaian lama penggunaan antibiotik menunjukkan hasil pemakaian minimal selama 5 hari sebesar 21,73%, dan untuk pemakaian hingga 10 hari sebesar 65,21%, sisanya sebesar 13,04% dengan lama penggunaan kurang dari 5 hari.