PENGARUH BERBAGAI SUMBER NITROGEN DAN KARBON TERHADAP PEMBENTUKAN BETA-KAROTEN DAN ASTAXANTIN MIKROLAGA Porphyridium cruentum

No: 119 Porphyridium cruentum adalah mikroalga merah yang memiliki kandungan nutrisi dan pigmen yang sangat tinggi. Pertumbuhan mikroalga ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan komposisi medium, seperti adalah sumber nitrogen dan sumber karbon. Sumber nitrogen yang digunakan adalah KNO3, NaNO3, (NH4)2CO dan (NH2)4SO4 dengan konsentrasi masing-masing 1 gram/L, sedangkan untuk sumber karbon digunakan glukosa, maltosa, amilum dan molase dengan konsentrasi masing-masing 0,25 gram/L. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode turbidimetri (untuk menentukan kurva pertumbuhan P. cruentum), metode ekstraksi karotenoid Hua Bin Li 2002, metode sprektrofotometri (beta-karoten % 450 nm dan astaxantin A 479 nm). Hasil pengamatan selama 11 hari masa kultivasi dapat terlihat bahwa fase logaritmik terjadi pada hari ke-1 sampai hari ke-8, fase stasioner terjadi pada hari ke-9 sampai hari ke-11. Karotenoid tertinggi terdapat pada fase stasioner. Pada semua media pertumbuhan yang menghasilkan kadar beta-karoten dan astaxantin pada sumber nitrogen terbaik adalah NaN O3, untuk beta-karoten dengan kadar tertinggi sebesar 183,69 ppm (logaritmik) dan sebesar 421,53 ppm (stasioner). Sedangkan astaxantin tertinggi sebesar 39,65 ppm (logaritmik) dan sebesar 105,25 ppm (stasioner). Sumber karbon terbaik adalah amilum, untuk beta-karoten dan astaxantin tertinggi sebesar 190,08 ppm (logaritmik) dan sebesar 513,98 ppm (stasioner). Sedangkan untuk astaxantin sebesar 42,12 ppm (logaritmik) dan sebesar 125,85 ppm (stasioner). Berdasarkan hal tersebut maka, variasi sumber nitrogen (NaNO3) dan sumber karbon (Amilum) mempengaruhi pembentukan beta-karoten dan astaxantin pada mikroalga Porphyridium cruentum.