EFEK tert-BUTIL HIDROPEROKSIDA DALAM BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LUTEIN DARI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) YANG DIUJI SECARA IN VITRO

No: 127 Tanaman seledri memiliki banyak khasiat, diantaranya untuk pengobatan tekanan darah tinggi dan rematik (gout). Sebagian masyarakat belum mengetahui ada senyawa dari tanaman seledri yang berpotensi sebagai antioksidan, khususnya senyawa lutein. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara in vitro aktivitas antioksidan senyawa lutein dari tanaman seledri yang ditanam di desa Tarigu, Cipanas-Jawa Barat. Ekstraksi dilakukan dengan mengekstraksi bagian batang dan daun tanaman seledri dengan cara maserasi dan digestasi menggunakan pelarut heksana dan isopropanol. Ekstraksi dengan heksana dilakukan pada suhu ruang selama 48 jam, dan digestasi dengan isopropanol dilakukan pada suhu 50°C selama 1 jam. Selanjutnya dilakukan saponifikasi dengan natrium hidroksida dan dilakukan pencucian dengan air sebanyak dua kali pengulangan serta diuapkan hingga didapat ekstrak lutein dalam bentuk kristal berwarna kuning. Pengujian antioksidan dilakukan secara in vitro pada sel darah domba yang diinduksi dengan berbagai konsentrasi tersier-Butil Hidroperoksida (t-BHP), kemudian dilakukan pengukuran kadar malondialdehida (MDA), aktivitas enzim katalase dan superoksida dismutase (SOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman seledri yang ditanam di desa Tarigu, Cipanas-Jawa Barat mengandung senyawa lutein dan berfungsi sebagai antioksidan. Konsentrasi oksidan tert-Butil Hidroperoksida (t-BHP) 5-10 mM memberikan efek terhadap aktivitas antioksidan lutein (20 g/mL) dengan penurunan kadar malondialdehida (MDA) dan peningkatan aktivitas enzim katalase. Tetap1 peningkatan aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) terjadi setelah sel darah diinduksi oksidan t-BHP konsentrasi 5 mM.