AKTIVITAS INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) SECARA IN VITRO

No: 133 Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu masak juga dapat digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat berdasarkan empiris sebagai karminatif, batuk, antikolesterol, antiseptik, antiinflamasi dan antibiotic alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas inhibisi enzim a-glukosidase dari ekstrak air dan etanol bawang merah secara in vitro. Selain itu penelitian ini menentukan komponen fitokimia dalam ekstrak tersebut. Simplisia umbi bawang merah diekstraksi dengan menggunakan metodemaserasi. Ekstrak yang diperoleh diuji daya inhibisinya terhadap a-glukosidase secara in vitro dan ditentukan komponen fitokimianya. Penghambatan aktivitas a- glukosidase diukur menggunakan microplate absorbance reader pada panjang gelombang 410nm. Daya inhibisi a-glukosidase oleh ekstrak air, ekstrak 96% dan ekstrak etanol 70% bawang merah dan akarbosa 1% berturut -turut adalah 11,75%, 20,92%, 4,48% dan 99,37%. Hasil daya inhibisi ketiga ekstrak ini berbeda nyata (p<0,05) dengan daya inhibisi akarbosa 1%. Ekstrak air bawang merah mengandung flavonoid dan tanin sedangkan ekstrak etanol 96% dan ekstrak etanol 70% bawang merah mengandung flavonoid, tanin, dan saponin.