UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT ISOLAT-ISOLAT BAKTERI TERHADAP Mycobacterium smegmatis

No: 136 Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati diantaranya kaya akan mikroba. Penggalian potensi mikroba adalah salah satu cara memanfaatkan sumber daya alam. Mycobacterium smegmatis adalah mikroorganisme yang telah menjadi salah satu bakteri percobaan di Laboratorium untuk studi biologi. Bakteri ini tergolong sebagai bakteri non-patogen pada manusia dan hewan, bersel tunggal, reproduksinya cepat, dan dikasifikasikan sebagai bakteri gram positif. Mycobacterium smegmatis memiliki struktur yang sama dengan Mycobacterium tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etil asetat isolat bakteri memiliki aktivitas terhadap Mycobacterium smegmatis dan mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) yang mampu menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis. Ekstrak etil asetat yang digunakan sebanyak 51 ekstrak isolat bakteri yang diuji difusi cakram, dari 51 ekstrak tersebut terdapat 10 ekstrak yang berpotensi sebagai antibakteri. Dipilih 4 ekstrak (MKS-4G, MMKS-10C, ATH 2146, dan 065-LV-AB) yang memiliki potensi aktivitas antibakteri terbesar untuk dilakukan pengujian KHM dengan penambahan MTT assay. Pengujian juga dilakukan terhadap rifampisin yang digunakan sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa dari ke-4 ekstrak, satu ekstrak yaitu MKS-4G dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium smegmatis dengan konsentrasi hambat minimum 16 pg/ml, dan merupakan ekstrak yang memiliki potensi antibakteri yang paling tinggi, maka perlu dilakukan analisis lanjutan untuk identifikasi senyawa pada ekstrak tersebut.