EVALUASI PENGGUNAAN OBAT-OBATAN FARINGITIS PADA PASIEN ANAK DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGOR

No: 154 Faringitis adalah inflamasi atau infeksi dari membrane mukosa faring ditandai dengan gejala nyeri tenggorokan dan sulit menelan. Faringitis dapatdisebabkan oleh virus, bakteri , dan fungi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik dan kesesuaian obat yang digunakan meliputi jenis obat, dosis, frekuensi dan lama penggunaan obat yang digunakan pada pasien faringitis anak di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor dibandingkan dengan buku pedoman pengobatan dasar Puskesmas. Penelitian ini dilakukan dengan metode potong lintang dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel adalah faringitis anak pada bulan Januari-Maret 2013. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk gambaran yang disertai dengan tabel distribusi dan grafik. Dari hasil penelitian ini, data demografi pasien menunjukkan bahwa pasien faringitis anak di Puskesmas tanah Sareal terbanyak adalah usia 1-4 tahun yaitu 50,6%, jenis kelamin perempuan 50,6%, berat badan 10,1-15 kg 34% dengan tanda-tanda terbanyak panas, batuk, pilek 57,3%. Ketidaksesuaian jenis obat berdasarkan berdasarkan tanda dan gejala yaitu amoksisillin 12,8 %, kotrimoksazol 11,8 %, ambroksol 0,6%, gliseril guaikolat 1,3% dan efedrin 0,6%. Ketidaksesuaian jenis obat berdasarkan buku pedoman pengobatan yaitu sefadroksil 100%. Ketidaksesuaian dosis meliputi amoksisillin 21%, ambroksol 62,5%, gliseril guaikolat 73% dan CTM (Klorfeniramin Maleat) 93,75%. Ketidaksesuaian frekuensi obat 0%. Ketidaksesuaian lama penggunaan amoksisillin 31,4% dan kotrimoksazol 88%. Untuk ketidaksesuaian itu maka perlu adanya kebijakan dari Kepala Puskesmas dengan adanya SOP (Standar Operasional Prosedur) diagnose agar dapat meminimalkan penggunaan antibiotic pada pasien faringitis anak untuk mencegah terjadinya resistensi dan megetahui adanya infeksi, serta pengkajian terhadap standar peresepan obat-obatan faringitis megenai jenis, dosis, frekuensi dan lama penggunaan obat