UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) YANG MENGANDUNG SENYAWA POLISAKARIDA

No: 155 Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang mempunyai kandungan gizi tinggi dan senyawa polisakarida yang bersifat antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antimikroba dan aktivitas antioksidan ekstrak jamur tiram putih yang mengandung senyawa polisakarida. Jamur tiram putih diekstraksi dengan metode meserasi 3 kali 24 jam. Maserat dipekatkan dengan penguap putar (Rotary evaporator). Ekstrak tersebut setelah dilakukan uji kuantitatif dengan metode asam fenol sulfat diperoleh konsentrasi polisakarida sebanyak 31,70%. Larutan polisakarida tersebut kemudian digunakan untuk melakukan uji aktivitas antimikroba dan antioksidan. Pada uji aktivitas antimikroba digunakan kloramfenikol 30 µg dan nistatin 100 µg sebagai kontrol positif untuk bakteri dan yeast. Zona hambat hasil uji aktivitas antimikroba terhadap mikroba Basillus subtilis dan Escherichia coli berturut-turut sebesar 13.5 mm dan 12 mm sedangkan untuk Candida tropicalis tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji aktivitas antioksidan ditandai dngan persentase sisa pemucatan warna ß-karoten. Hasil persentase sisa pemucatan senyawa polisakarida adalah 96,43%. Nilai ini tidak berbeda jauh dengan nilai yang diperoleh dari senyawa polisakarida adalah 96,43%. Nilai ini tidak berbeda jauh dengan nilai yang diperoleh dari senyawa Butil Hidroksi Toluena (BHT) sebagai kontrol positif sebesar 92,73%