UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSOPOLISAKARIDA BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP BAKTERI PATOGEN DAN ANALISIS MONOMER DENGAN KCKT

No: 156 Ekspolisakarida (EPS) adalah produk metabolit sekunder berupa polisakarida yang disekresikan keluar sel mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, dan alga. Bakteri asam laktat (BAL) adalah salah satu bakteri yang dapat menghasilkan ekspolisakarida yang dapat menempel padac mukosa usus halus sehingga meningkatkan kemampuan untuk menekan pertumbuhan bakteri pathogen. Penelitian ini menguji potensi antimikroba dari EPS. Eksopolisakarida ini diproduksi oleh tiga isolate BAL yang diisolasi dari produk fermentasi komersial yaitu EPS-S1, S2 dan EPS-EPS-S7. Uji aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar dengan menggunakan bakteri Gram-negatif Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Shigella sp, bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus, dan khamir Candida albicans. Antibiotik Kloramfenikol dan nistatin digunakan sebagai control positif. Hasil penelitian menunjukkan EPS dari tiga isolat bakteri asam laktat menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap semua mikroba pathogen yang diuji. EPS-S2 yang diisolasi dari yoghurt (Jakarta) menunjukkan aktivitas antimikroba tertinggi terhadap Staphylococcus aureus (6,77 mm), EPS-S7 yang diisolasi dari keju mozzarella (Jakarta) terhadap Staphylococcus aureus (5,90 mm). komposisi monomer EPS yang dianalisis menggunakan KCKT menunjukkan bahwa EPS-S2 mengandung glukosa