UJI TOKSISITAS TERHADAP Artemia salina Leach DAN ANALISIS CITRININ PADA SERBUK ANGKAK

No: 172 Angkak merupakan produk fermentasi beras dengan kapang Monascus purpureus. Senyawa yang terkandung dalam angkak yaitu Monascidin atau Citrinin, merupakan senayawa toksik yang memiliki efek negatif terhadap penerimaan produk angkak. Angkak berkhasiat sebagai antihiperkolesterol, demam berdarah, pengawet dan pewarna makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis citrinin dalam sampel angkak dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), menggunakan kolom C18 dengan panjang gelombang 254 nm dengan perbandingan fase gerak asetonitril : akuabides : asam trifloroasetat (1000:1000:1) dan larutan standar citrinin dengan berbagai konsentrasi. Dilakukan uji toksisitas pada sampel angkek AS, TST dan JMBA menggunakan Artemia salina Leach dengan metode BSLT untuk melihat nilai LC50. Dari hasil penelitian didapat bahwa tiga sampel AS, TST, JMBA memiliki kandungan citrinin 41,24 µg/g, 59,95 µg/g, 62,64 µg/g. hasil ini menunukkan bahwa dalam tiga sampel angkak tersebut, setiap sampelnya memiliki kandungan citrinin (<200 mg/g), JMBA diperoleh niulai LC50 sebesar 138,48 ppm ; 190,55 ppm ; 295,87 ppm. Dari ketiga sampel angkak yang menunjukkan potensi sangat toksik terdapat pada isolat AS dan TST. Dan untuk isolate JMBA memiliki potensi toksisitas toksik