UJI TOKSISITAS SEDIAAN ANGKAK YANG MENGANDUNG CITRININ DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETALITY TEST (BSLT)

No: 183 Angkek adalah produk fermentasi karbohidrat yang telah lama dikenal di China sejak abad ke-14 baik sebagai bahan makanan ataupun bahan pengobatan ringan yang terkait dengan masalah pencernaan, sirkulasi darah dan limfa. Angkak diketahui mengandung pigmen warna, lovastatin dan GABA (gamma aminobutyric acid). Tetapi dari penelitian terbaru diketahui bahwa angkak juga mengandung senyawa toksisk yaitu citrinin yang bersifat nefrotoksik dan hepatotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan citrinin dengan alat kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan menguji toksisitas sediaan angkek dengan metode Brine Shrimp Letality Test (BSLT) ampel angkak yang digunakan adalah kode isolat AS, TST dan JMBA. Kandungan citrinin angkak diekstraksi dengan pelarut etanol 70% (pH 8) dan diambil fase supernatant untuk diinjeksi ke dalam KCKT. Uji toksisitas ditetapkan dengan menentukan nilai LC50 dalam pelarut etanol 70% (pH 8) dan aquades, kemudian dibandingkan nilai LC50 dari kedua pelarut pada media uji larva artemia salina. Hasil analisis citrinin dengan metode KCKT pada isolat angkak menghasilkan nilai citrinin tertinggi pada isolat JMBA sebesar 62,63 µg/g diikuti oleh isolate TST sebesar 59,94 µg/g dan yang terendah adalah isolat AS sebesar 41,23 µg/g. hasil uji toksisitas dengan menggunakan metode BSLT dengan pelarut etanol 70% (pH 8) pada isolat AS, TST dan JMBA nilai LC50 secara berturut-turut dicapai konsentrasi angkak: 13658,40 ppm ; 11865,88 ppm; 8743,79 ppm. Sedangkan dengan pelarut aquades pada isolate AS, TST dan JMBA nilai LC50 secara berturut-turut dicapai pada konsentrasi : 984464,364 ppm; 19107,32 ppm; 36753,61 ppm