UJI KEBOCORAN SEL Mycobacterium smegmatis OLEH EKSTRAK n-HEKSANA BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC)

No: 189 Di Indonesia setiap tahunnya kasus tuberkulosis paru bertambah seperempat juta kasus baru dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya, Indonesia termasuk 10 negara tertinggi penderita kasus tuberkulosis paru di dunia. Sebagai rempah, Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) memliki keistimewaan bahwa masakan khas batak yang menggunakan Andaliman umumnya memiliki daya awet yang lebih lama, oleh karena itu Andaliman diduga mengandung senyawa yang mempunyai aktivitas antimikobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja antimikobakteri dari ekstrak n-Heksana buah Andaliman salah satunya merusak membran sel mikobakteri Mycobacterium smegmatis. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan n-Heksana dan dilakukan evaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental, ekstrak tersebut kemudian digunakan untuk pengujian aktivitas antimikobakteri yaitu difusi zona hambat dengan hasil terbentuknya zona bening pada keseluruhan media dan metode dilusi MTT (Methylthiazol Tetrazolium) terhadap sel uji dengan hasil konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,125 µl/ml. Kerusakan membran sel Mycobacterium smegmatis dapat diidentifikasi dengan adanya kebocoran ion Na+ dan K+ menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometre), dengan hasil konsentrasi tertinggi terhadap kebocoran ion Na+ dan K+ pada ekstrak uji yaitu 2,213833 dan 43,076700 pada masa inkubasi 3 hari; hasil tersebut lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Kemudian mengamati morfologi kerusakan sel Mycobacterium smegmatis dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) SU3500 perbesaran 10.000x. hasil interaksi ekstrak uji dengan sel menunjukan adanya kerusakan sel ditandai adanya sel pecah dan mengkerut, tidak halnya seperti kontrol.