PERBANDINGAN HIDROLISIS ASAM HNO3 DAN H2SO4 TERHADAP HASIL FERMENTASI Spirulina platensis MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae SEBAGAI ANTIMIKROBA

No: 227 Spirulina platensis ialah mikroalga foto-autotrof, yang salah satu komponen utamanya karbohidrat. Karbohidrat dapat difermentasi menghasilkan etanol yang berfungsi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan menentukan perbedaan hasil perbandingan hidrolisis asam nitrat dan asam sulfat terhadap senyawa etanol hasil fermentasi yang berfungsi sebagai antimikroba. Biomassa Spirulina platensis dihidrolisis menggunakan asam nitrat dan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 2, 3, dan 4% menghasilkan enam jenis hidrolisat. Hasil hidrolisat difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae selama 5 hari. Pengujian aktivitas antimikroba hasil fermentasi Spirulina platensis menggunakan metode difusi cakram kertas terhadap Staphylococcus aureus, Esherichia coli dan Candida albicas. Analisis senyawa antimikroba dalam sampel menggunakan Kromatografi Gas. Hasil penelitian menunjukan senyawa aktif etanol terbentuk lebih optimal pada konsentrasi asam 3% baik asam nitrat maupun asam sulfat. Hasil penelitian hidrolisat asam nitrat, pada konsentrasi 3% fermentasi hari ke-3 kadar etanol terbentuk sebesar 12,64%, zona hambat yang diperoleh pada Staphylococcus aureus, Esherichia coli dan Candida albicas dengan diameter zona hambat masing-masing 4,05, 3,05, dan 3,05 mm. Sedangkan hidrolisat asam sulfat kadar etanol optimal didapat pada konsentrasi asam sulfat 3% fermentasi hari ke-4 sebesar 13,69% dan diameter zona hambat masing-masing terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3,95 mm, beda halnya pada Esherichia coli dan Candida albicas zona hambat terbaik pada konsentrasi asam nitrat 2% hari ke-4 masing-masing sebesar 4,10 dan 3,45 mm. Berdasarkan hasil penelitian, hasil hidrolisat menggunakan asam nirat maupun asam sulfat dapat digunakan sebagai substrat fermentasi untuk menghasilkan etanol sebagai antimikroba.