PENGARUH PEMBERIAN DEFERIPRONE TERHADAP PENURUNAN KADAR FERRITIN SERUM PADA PASIEN THALASSEMIA DI POLIKLINIK THALASSEMIA RS PMI BOGOR PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015

No: 311 Pemeriksaan kadar ferritin serum digunakan untuk menilai respons terapi kelasi besi pada penyandang thalassemia mayor. Kelator besi yang digunakan adalah deferiprone (DFP). Penimbunan besi terus berlangsung meskipun telah mendapat kelator besi, oleh sebab itu diperlukan pemberian kelator besi yang efektif dan kontinyu. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian Deferipronme dengan penurunan kadar ferritin serum penyandang thalassemia mayor setelah pemberian deferiprone. Data dikumpulkan dengan cara retrospektif kemudian dianalisa secara deskriftif terhadap pasien thalassemia mayor periode Januari- Desember 2015 di Poliklinik Thalassemia RS PMI Bogor. Analisa stastistik menggunakan uji Friedman. Setelah data diuji dengan uji Normalitas untuk melihat perbedaan kadar ferritin serum setelah pemberian deferiprone selama 6 bulan dan 12 bulan. Dari hasil penelitian 89 pasien thalassemia mayor memenuhi kriteria penelitian. Berdasarkan usia yang terbanyak pada usia 12-16 tahun sebanyak 40,40%, dan jenis kelamin yang terbanyak pada wanita sebesar 57,30%, sedangkan pada pemberian Deferiprone terhadap penurunan kadar ferritin serum terjadi pada usia 6-11 tahun sebesar 30,21%. Pada penelitan menggunakan SPSS versi 16 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara pemberian Deferiprone dengan kadar ferritin serum dimana nilai sig <α, 0,000 <0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar ferritin sebelum mengkomsumsi Deferiprone dengan kadar ferritin setelah mengkomsumsi deferiprone.