PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) GALUR SWISS WEBSTER

No: 329 Menurut American Diabetes Association (ADA) pada tahun 2005, DM termasuk kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70 % buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap kadar glukosa darah mencit jantan (Mus musculus) galur Swiss Webster yang diinduksi aloksan. Alat yang digunakan dalam penetapan kadar glukosa darah adalah glukometer easy touch�. Sebanyak 30 ekor mencit jantan dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (Na CMC), kontrol positif (Metformin 65 mg/kg bb), kontrol normal, kelompok ekstrak buah belimbing wuluh 250 mg/kg bb), 500 mg/kg bb, dan 750 mg/kg bb. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah puasa sebelum induksi, kadar glukosa darah setelah diinduksi dan setelah pemberian sediaan pada masing-masing kelompok perlakuan. Data dianalisis secara statistika dengan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan buah belimbing wuluh dengan dosis 250 mg/kg bb, 500 mg/kg bb, dan 750 mg/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan yang diinduksi aloksan. Diduga senyawa aktif ekstrak etanol 70 % buah belimbing wuluh berperan dalam meningkatkan sensitifitas reseptor insulin dan mengakibatkan glukosa dapat diambil oleh sel untuk dimetabolisme. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% buah belimbing wuluh dengan dosis 750 mg/kg bb merupakan dosis yang paling efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah.