Potensi Antibakteri Jamu Pinaraci terhadap Bakteri Stapylococcus dan Escherichia coli

No. 403 Jamu Pinaraci merupakan jamu yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur yang mempunyai potensi sebagai antibakteri, karena mengandung beberapa senyawa bahan alam seperti flavonoid. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam jamu pinaraci diduga berpotensi sebagai antibakteri. Potensi antibakteri jamu pinaraci dilakukan dengan menentukan zona daya hambat. Penelitian ini bertujuan menentukan potensi aktivitas antibakteri ekstrak jamu pinaraci dengan pelarut akuades, etanol 70% dan etanol 96% dengan metode difusi kertas cakram. Proses ekstraksi jamu pinaraci dilakukan dengan metode maserasi. Penentuan uji zona daya hambat ekstrak akuades, etanol 70% dan etanol 96% jamu pinaraci dengan metode difusi kertas cakram menggunakan bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus. Hasil uji antibakteri ekstrak akuades, etanol 70% dan etanol 96% dengan konsentrasi 1%, 3% dan 5% yang menunjukan daya hambat terbesar dengan konsentrasi 5%. Ekstrak akuades, etanol 70% dan etanol 96% pada konsentrasi 1% dan 3% memiliki daya hambat sedang, sedangkan pada konsentrasi 5% memiliki daya hambat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan etanol 96% memiliki potensi aktivitas daya hambat paling tinggi untuk bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus, sedangkan ekstrak akuades memiliki potensi aktivitas daya hambat paling rendah. Berdasarkan pada hasil penelitian disimpulkan bahwa ketiga sampel memiliki potensi sebagai antibakteri.