Toksisitas Ekstrak Air, Etanol dan Etil Asetat Daun Petai Cina (Leucaena Leucocephala (Lam.) de Wit) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test

No. 406 Daun Petai cina merupakan salah satu tanaman suku polong-polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti flavonoid. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun petai cina diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas yang terkandung dalam ekstrak air, etanol 70%, etanol 96% dan etil asetat daun petai cina. Proses ekstraksi daun petai cina dengan cara maserasi. Metode toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak air, etanol 70%, etanol 96% dan etil asetat daun petai cina secara berturutturut sebesar 569, 291, 757 dan 972 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol 70% daun petai cina termasuk dalam kategori toksik, ekstrak air katagori toksik sedang, sedangkan ekstrak etanol 96% dan etil asetat termasuk dalam kategori tidak toksik. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan ekstrak etanol 70% daun petai cina memberikan efek toksik tertinggi dibandingkan ekstrak yang lain dan diduga berpotensi sebagai antikanker.