Aktivitas antiinflamasi akar tumbuhan paku (Drynaria sparsisora (Desv.) terhadap tikus putih jantan ( Rattus norvegicus)

No. 442 Inflamasi adalah respon terhadap kerusakan jaringan akibat berbagai rangsangan yang merugikan, baik rangsangan kimia maupun mekanis serta infeksi. Inflamasi dapat disembuhkan dengan menggunakan obat Non Steroidal Anti Inflammatory Drug (NSAID). Salah satu obat alami yang mempunyai aktivitas antiinflamasi adalah akar tumbuhan paku spesies Dynaria quercifolia. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antiinflamasi dari akar tumbuhan paku (Drynaria sparsisora (Desv.) secara in vivo, menggunakan metode maserasi bertingkat dengan menggunakan 4 pelarut yaitu n-heksana, etil asetat, etanol 70 % dan air dengan masing-masing konsentrasi 0,5 g/Kg BB dan 1 g/Kg BB. Hasil ekstraksi yang diperoleh kemudian ditentukan kandungan senyawa kimianya dengan metode uji fitokimia. Hasil uji didapatkan ekstrak n-heksana dan etil asetat mengandung alkaloid , sedangkan ekstrak etanol 70% dan air mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Induksi inflamasi pada hewan uji menggunakan karagenan 1 % secara intraplantar pada telapak kaki tikus jantan. Pengukuran efek antiinflamasi pada tikus putih (Rattus norvergicus) dilakukan selama 6 jam dengan interval waktu 1 jam. Hasil penelitian memperlihatkan pemberian ekstrak etanol 70 % akar tumbuhan paku dengan konsentrasi 1 g/Kg BB menunjukkan persen inhibisi lebih besar yaitu 75,66 % dibanding dengan perlakuan lainnya. Analisis data dengan uji anova two-way menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu ada pengaruh yang nyata pada pemberian ekstrak etanol 70% akar tumbuhan paku terhadap penurunan persen udem tikus putih Rattus novergicus. Ekstrak etanol 70 % akar tumbuhan paku konsentrasi 1 g/Kg BB memiliki aktivitas antiinflamasi lebih tinggi dibanding kontrol positif natrium diklofenak.