Perbandingan efek terapi suplemen probiotik dan kombinasi Zinc-probiotik pada pasien diare akut balita di RSUD Ciawi

No. 464 Secara umum penatalaksanaan diare akut ditujukan untuk mencegah, mengurangi dehidrasi menjaga keseimbangan elektrolit, menurunkan durasi diare dan memperkecil frekuensi defekasi dan lama hari rawat. Terapi probiotik dan terapi kombinasi zinc-probiotik telah terbukti mampu menurunkan frekuensi, defekasi dan lama hari rawat. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan efektivitas probiotik dan kombinasi zinc-probiotik berdasarkan durasi diare dan frekuensi defekasi pada pasien balita penderita diare yang di rawat inap. Data efek terapi probiotik dan kombinasi zinc-probiotik masing-masing dikumpulkan secara retrospektif dari data rekam medik pada 96 pasien pada periode Maret sampai Juli 2018. Hasil penelitian menunjukan pasien terbanyak jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 52 orang (54,17%), Pasien diare balita berdasarkan rentan usia terbanyak 1-2 tahun 75 orang (77,42%), Pasien diare yang disertai dengan penyakit penyerta adalah yang disertai dengan demam 66 orang (68,75%), dan pasien diare dengan lama hari rawat yaitu selama 3 hari ada 36 orang (37,50%). Persentase yang menggunakan terapi lebih banyak yaitu Pasien yang diberi kombinasi zinc-probiotik (47,91%). Lama hari rawat yang paling pendek adalah pasien yang diberikan antibiotik dengan kombinasi zinc-probiotik (3,45). Metode statistik yang digunakan adalah uji mean-whitney lama hari rawat tidak berdistribusi normal. Dari hasil uji mean-whitney pada α=0% diperoleh bahwa tidak ada perbedaan lama hari rawat inap pasien yang diberikan L-bio dengan antibiotik L-bio dan kombinasi zinc-probiotik dengan antibiotik kombinasi. Terdapat perbedaan lama hari rawat pasien yang diberikan L-bio dengan kombinasi zinc-probiotik.