Uji aktivitas antidiare ekstrak etanol daun petai cina (leucaena leucocephala) terhadap mencit jantan galur Sparague Dawley

No. 468 Diare secara umum didefinisikan sebagai bentuk tinja abnormal (cair) yang disertai dengan peningkatan frekuensi buang air besar yakni lebih dari tiga kali per hari. Daun Petai Cina adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun petai cina sebagai antidiare. Senyawa aktif yang teridentifikasi dalam daun petai cina, yaitu flavonoid,sponin dan tanin. Simplisia kering daun petai cina diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian efek entidiare dilakukan dengan mempuasakan terlebih dahulu hewan uji, kemudian diberi oleum ricini sebagai penginduksi diare pada mencit jantan sprague dawley. Dosis yang digunakan sebesar 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 600 mg/kg BB diberikan secara oral dan dilakukan pengamatan terhadap saat mula terjadinya diare, konsisten feses, frekuensi diare, dan lama terjadinya diare. Sebagai pembanding digunakan Loperamid HCl. Hasil pengamatan dosis 200 mg/kg BB memiliki efek paling kecil, sedangkan dosis 600 mg/kg BB memiliki efek paling kuat dan hampir sama dengan Loperamid HCl. Dosis 400 mg/kg BB memiliki efek antidiare yang tidak terlalu kuat. Ekstrak etanol daun petai cina memiliki efek sebagai antidiare.