Evaluasi beban kerja sumber daya manusia kesehatan terhadap insiden keselamatan pasien di instalasi farmasi rawat jalan RS PMI Bogor

No. 484 Potensi kejadian insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS PMI Bogor dapat timbul akibat meningkatnya beban kerja tenaga kefarmasian. Beban kerja berlebih memicu kelelahan dan kurangnya konsentrasi petugas dalam pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui beban kerja tenaga kefarmasian yang menimbulkan insiden keselamatan pasien di IFRS PMI Bogor. Hal tersebut akan mengakibatkan penurunan mutu pelayanan di IFRS PMI Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel seluruh sumber daya manusia tenaga kefarmasian. Teknik pengumpulan data dengan observasi menggunakan work sampling dan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukkan ratio beban kerja 0,67 untuk tenaga Apoteker sehingga dibutuhkan 1 orang tenaga Apoteker. Ratio beban kerja 0,92 untuk Tenaga Teknis Kefarmasian sehingga dibutuhkan 1 orang Tenaga Teknis Kefarmasian . Hasil penelitian untuk insiden keselamatan pasien Kejadian Nyaris Cidera (KNC) terjadi sebanyak 4 insiden dan Kejadian Potensial Cidera (KPC) sebanyak 70 insiden