Uji stabilitas sediaan teh herbal kombinasi daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis L. (O. Kuntzel))

No. 497 Diabetes mellitus (DM) merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada sel-sel β Langerhans dalam kelenjar pankreas, sehingga hormon insulin disekresikan dalam jumlah yang sedikit, bahkan tidak sama sekali. Daun kersen dan daun teh hijau yang kaya akan senyawa antioksidan mampu memproteksi sel-sel β Langerhans dari kerusakan oleh radikal bebas. Tujuan peenelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) yang mememenuhi syarat mutu SNI 01-4324-1996 dan memperoleh data stabilitas yang dapat diintrepretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun kersen dan daun teh hijau, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun kersen dan daun teh hijau dengan proporsi 1:1, 2:3, dan 3:2 yang memenuhi persyaratan mutu dan kemudian diuji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Hasil uji fitokimia dari simplisia daun kersendan daun teh hijau keduanya menunjukkan hasil positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pengujian stabilitas terhadap sediaan teh herbal kombinasi daun kersen dan daun teh hijau yang dikemas dalam box jenis kertas ivory LLDPE Laminate dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 5oC±3oC, 25oC±2oC/RH 60%±5 dan 45oC±2oC/RH 75%±5 selama 30 hari terhadap parameter mutu kadar air, kadar total fenol, dan kadar flavonoid. Suhu penyimpanan optimum sediaan teh herbal kombinasi dari daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis) dengan proporsi 3:2 pada suhu penyimpanan 5oC selama 125 hari, 25oC selama114 hari dan 45oC selama 89 hari. Setiap perubahan suhu 10oC akan mempengaruhi mutu sediaan teh herbal.