Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

No. 502 Penyakit infeksimerupakan penyakit pada manusia yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan parasit.Bawang hitam merupakan produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan pada suhu 70ºC selama 40 hari. Zat aktif allicin yang terkandung dalam bawang hitam memiliki efek bakteriostatik dan bakterisidal yang berkhasiat terhadap pengobatan penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentalyang bertujuan untuk menentukan potensi antibakteri dari ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan 3 konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, kontrol positif amoksisilin 0,1% b/v, dan kontrol negatif akuades.Hasil penelitiandianalisis statistik dengan uji Anovayang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukkan perbedaan nyata antara perlakuan dan kontrol. Bawang hitam pada ekstrak etanol 70% memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dan ekstrak heksana bawang hitam mengandung senyawa tanin dan saponin. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bawang hitam lebih tinggi dibandingkan ekstrak heksana bawang hitam namun masih lebih rendah dari kontrol positif (amoksisilin 0,1%).Ekstrak etanol 70% dan ekstrak heksana bawang hitam memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.