Formulasi dan evaluasi fisik sediaan lotion ekstrak umbi lobak (Raphatus sativus L.) sebagai tabir surya

No. 510 Penggunaan kosmetika tabir surya menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan dalam upaya melindungi dari radiasi matahari. Kosmetika berbahan tanaman lebih sering diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan senyawa kimia. Umbi lobak (Raphatus Sativus L) salah satu tanaman yang kandungan kimianya dapat dijadikan sebagai tabir surya. Kandungan tersebut adalah flavonoid yang mampu mencegah efek berbahaya dari sinar UV atau paling tidak dapat mengurangi kerusakan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lotion tabir surya dari ekstrak umbi lobak yang memiliki mutu fisik dan SPF yang stabil. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat dengan tingkat kepolaran yang berbeda-beda yaitu n-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan air. Masingmasing pelarut dibuat menjadi ekstrak kental, dan di uji SPF dengan spektrofotometri selanjutnya hasil SPF terbesar dari ekstrak dibuat sediaan lotion tabir surya dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Lotion yang telah dibuat, kemudian dilakukan uji kontrol kualitas meliputi uji organoleptik, uji pH, daya sebar, viskositas, stabilitas, dan penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF). Berdasarkan pada hasil penelitian ekstrak umbi lobak dengan pelarut n-heksana diperoleh nilai SPF 5,51, ekstrak pelarut etil asetat diperoleh nilai SPF 13,40, ekstrak pelarut etanol 96% diperoleh nilai SPF sebesar 5,40, dan ekstrak pelarut air diperoleh nilai SPF sebesar 21,63. Semua sediaan lotion tabir surya yang dibuat yang memenuhi persyaratan pengujian dan memiliki kestabilan secara fisik. Nilai SPF pada lotion 5% yaitu 4,07, lotion 15% yaitu 6,96 dan lotion 25% yaitu 7,23. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formulasi 25% memenuhi persyaratan mutu fisik lotion dan memiliki nilai SPF tertinggi sebesar 7,23 dengan proteksi ultra. Pada uji stabilitas lotion yang mempunyai stabilitas yang baik adalah lotion yang penyimpanan pada suhu kamar (28±2oC).