Studi penggunaan obat pada pasien talasemia anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi periode Januari sampai dengan Mei 2018

No. 519 Talasemia adalah penyakit kelainan genetik yang diturunkan secara autosomal resesif dari orang tua kepada anaknya yang terjadi akibat mutasi genetik pada hemoglobin sehingga produksi rantai α atau β terganggu. Indonesia termasuk salah satu Negara dengan angka kejadian talasemia yang tinggi khususnya provinsi Jawa Barat. Menurut ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Talasemia (POPTI) Jabar, jumlah penederita talasemia mencapai 42% dari total penderita talasemia di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien talasemia anak dan kesesuaian terapi berdasarkan Pedoman Nasioanal Kedokteran Tata Laksana Talasemia di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 114 sampel dari 160 orang populasi. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji Frekuensi. Hasil Penelitian menunjukan penggunaan obat pada pasien talasemia anak adalah obat deferasiroks sebanyak 81,6%, obat deferipron sebanyak 6,1%, obat furosemide sebanyak 49,1%, obat vitamin E dan Asam Folat sebanyak 87,7%. Kesesuaian terapi pasien talasemia anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi dengan Kepmenkes RI No.HK.01.07/Menkes/1/2018 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Talasemia sudah sesuai.