Perbandingan Efektifitas penggunaan sefotaksim dan seftriakson pada terapi demam tifoid anak di instalasi rawat inap RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi

No. 520 Demam tifoid merupakan penyakit infeksi dan endemis yang disebabkan oleh Salmonella Typhi yang erat hubungannya dengan kualitas dari higiene pribadi dan sanitasi. Di Indonesia penyakit ini bersifat Endemik dan merupakan masalah kesehatan masyarakat, Berdasarkan Riset Kementerian RI tahun 2013 prevelansi nasional adalah 1, 60 %,Untuk jawa barat prevelansi nasional 2,1 %. Pengobatan demam tifoid salah satunya dengan pemberian antibiotik.Seperti Seftriakson sefotaksim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan penggunaan efektivitas seftriakson dan sefotaksim terhadap lamanya perawatan pasien demam tifoid anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif observasional. Sampel penelitian dilakukan dengan Purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 142. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama rawat inap pasien yang menggunakan Seftriakson adalah 3,65 hari ( 3 hari 16 jam) dan Sefotaksim 3,92 hari (3 hari 22 jam ). Efektivitas seftriakson dan seftaksim menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dapat dilihat dari P>0.05 ( P=0,129).