Uji aktivitas ekstrak etanol daun kersen (Muntingia Calabura L.) sebagai masker jerawat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

No. 532 Daun kersen (Muntingia calabura L.) memiliki aktivitas antibakteri alami karena terdapat kandungan senyawa fenol, sehingga dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, yakni penyebab jerawat meradang. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan aktivitas ekstrak etanol daun kersen dalam formula sediaan masker peel-off terhadap penghambatan Staphylococcus aureus. Metode dalam penelitian ini meliputi pengujian aktivitas antibakteri dan penetapan kadar total fenol yang dilakukan sebelum dan sesudah cycling test serta evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, uji waktu sediaan mengering, dan uji viskositas yang dilakukan sebelum cycling test, siklus ke-3 pada suhu dingin dan panas, dan sesudah cycling test. Hasil dari pengujian aktivitas antibakteri sebelum dan sesudah cycling test pada formula sediaan yaitu 12,8-15,6 mm. Aktivitas antibakteri sediaan memberikan respon hambatan yang kuat. Kadar total fenol sebelum dan sesudah cycling test pada formula sediaan yaitu 47,475-108,485 mg GAE/g sediaan. Hasil dari evaluasi sediaan menunjukkan bahwa sediaan masker peel-off homogen, tidak berubah bentuk, warna, dan bau, dengan daya sebar 5,3-6,7 cm, pH 5-6, waktu mengering 15,21-19,42 menit, dan viskositas 4000-7250 cps. Semua evaluasi sediaan memenuhi persyaratan yang baik kecuali viskositas, walaupun viskositasnya cenderung lebih tinggi dari standar tetapi sediaan masih mudah diaplikasikan pada kulit dan di tuang ke dalam wadah.