Potensi antihiperglikemia dari hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus casei shirota strain dan lactobacillus plantarum pada tikus putih jantan (rattus novegicus)

No. 533 Hasil fermentasi umbi garut dapat digunakan sebagai terapi hiperglikemia. Salah satu bahan potensial untuk pembuatan hasil fermentasi yaitu Umbi garut (Maranta arundinacea L) yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum dan bakteri Lactobacillus casei Shirota strain dan campuran keduanya. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil fermentasi umbi garut oleh bakteri Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei Shirota strain yang optimal dan menentukan aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hasil fermentasi dievaluasi pH, total asam laktat dan total bakteri asam laktat. Hasil fermentasi umbi garut dilakukan uji penurunan kadar glukosa darah secara in vivo. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran, Lactobacillus plantarum 2%, Lactobacillus casei 2% masing-masing sebesar 71,47%, 43,63% dan 69,76%. Penurunan kadar glukosa darah pada hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran dan Lactobacillus casei 2% tidak berbeda nyata (α<0,05). Hasil fermentasi umbi garut oleh kultur campuran mempunyai karakteristik dengan nilai pH 4,65, total asam laktat 0,89% dan total bakteri asam laktat 7,6 x 109 CFU/mL. Sedangkan untuk hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus casei 2% mempunyai karakteristik dengan nilai pH 4,29, total asam laktat 0,95% dan total bakteri asam laktat 1,8 x 108 CFU/mL. Oleh karena itu, fermentasi umbi garut oleh bakteri Lactobacillus plantarum, Lactobacillus casei Shirota strain dan kultur campuran dapat menurunkan kadar glukosa darah.