Sebanyak 759 item atau buku ditemukan

Studi penggunaan obat pada pasien talasemia anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi periode Januari sampai dengan Mei 2018

No. 519 Talasemia adalah penyakit kelainan genetik yang diturunkan secara autosomal resesif dari orang tua kepada anaknya yang terjadi akibat mutasi genetik pada hemoglobin sehingga produksi rantai α atau β terganggu. Indonesia termasuk salah satu Negara dengan angka kejadian talasemia yang tinggi khususnya provinsi Jawa Barat. Menurut ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Talasemia (POPTI) Jabar, jumlah penederita talasemia mencapai 42% dari total penderita talasemia di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien talasemia anak dan kesesuaian terapi berdasarkan Pedoman Nasioanal Kedokteran Tata Laksana Talasemia di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 114 sampel dari 160 orang populasi. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji Frekuensi. Hasil Penelitian menunjukan penggunaan obat pada pasien talasemia anak adalah obat deferasiroks sebanyak 81,6%, obat deferipron sebanyak 6,1%, obat furosemide sebanyak 49,1%, obat vitamin E dan Asam Folat sebanyak 87,7%. Kesesuaian terapi pasien talasemia anak di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi dengan Kepmenkes RI No.HK.01.07/Menkes/1/2018 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Talasemia sudah sesuai.

Uji aktivitas penghamabatan enzim tirosinase serta uji iritasi sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis F)

No. 518 Daun sukun (Artocarpus altilis F) diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas penghambatan enzim tirosinase sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun dan mengetahui efek iritasi pada 10 panelis. Formula sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun dengan konsentrasi 40% dilakukan pengujian penghambatan dengan substrat L-Tirosin dan L-Dopa dan uji iritasi selama 24 jam. Hasil uji aktivitas penghambatan enzim tirosinase menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan tidak memiliki kemampuan penghambatan terhadap melanin yang dilihat dari nilai 〖IC〗_50. Ekstrak etanol 96% daun sukun memiliki nilai 〖IC〗_50 dengan substrat L-tirosin sebesar 4889,467 ppm dan substrat L-Dopa sebesar 6916,626 ppm. Sediaan masker peel-off memiliki nilai 〖IC〗_50 dengan substrat L-tirosin sebesar 12680,48 dan untuk substrat L-Dopa sebesar 33402,96 ppm. Hasil uji iritasi primer tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit seperti edema, maupun eritema.

Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan terhadap kepatuhan pasien rawat rawat jalan penderita tuberkulosis paru di rumah sakit paru dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor

No. 517 Tuberkolusis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium Tuberculosis. Menurut laporan WHO, pada tahun 2017. Indonesia menempati peringkat ke-2 di dunia pengidap tuberkulosis (TB) terbanyak setelah India. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dengan kepatuhan pasien rawat jalan pengidap tuberkulosis (TB) paru di RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor. Jenis penelitian ini adalah prospektif non eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan sampel penelitian yaitu reponden yang menjalani pengobatan Tuberkulosis selama fase lanjutan sebanyak 83 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji correlation Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien TB paru di tunjukan (p-value <0,05) adalah tingkat pengetahuan (p-value 0,000), sikap responden (p-value 0,015), dan motivasi dari keluarga (p-value 0,001). Variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan adalah jenis kelamin (p-value 0,299), umur (p-value 0,654), tingkat pendidikan (p-value 0,721), status pekerjaan (p-value 0,279), jarak (p-value 0,730), dan peran Pengawas Menelan Obat (p-value 0,728).