Sebanyak 1504 item atau buku ditemukan

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN ANGKA KEJADIAN TUBERKULOSIS RESISTENSI OBAT DI RS PARU Dr. M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO CISARUA BOGOR PADA TAHUN 2014-2018

No. 557 Resistensi Tuberkulosis adalah resistensi kuman Mycobacterium tuberculosis dimana kuman tidak dapat lagi dibunuh dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang sudah digunakan saat ini. Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah kasus Tuberkulosis Resistensi Obat (TB RO) yang ditemukan dan diobati di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap resistensi obat TB di RS. Paru Dr. M. Gunawan Partowidigdo Cisarua Bogor. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif melalui rekam medik pasien terhadap data sekunder pasien TB RO. Sampel penelitian adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yaitu 78 sampel. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik chi-square, p value (signifikasnsi) ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik pasien (Pendidikan, jenis kelamin, usia, pekerjaan, wilayah, tipe pasien, evaluasi pengobatan, dan asal pengobatan ) dengan resistensi obat TB dengan nilai p value > 0,05. Presentase tertinggi berdasarkan karakteristik pasien resistensi obat yaitu pada laki-laki 54 %, usia 17-35 tahun 24 %, tidak bekerja 46,25 %, pendidikan terakhir SLTA/ sederajat 50 %, wilayah Kabupaten Bogor 50 %, pasien datang sendiri tanpa rujukan 67,9 %, tipe pasien kambuh 32,1 %, Multidrug Resistant 73,1 %, dan pasien masih pengobatan 37,2%.

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP UDEM KAKI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

556 Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat karena memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antiinflamasi, senyawa ini diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi sel yang rusak akibat efek radikal bebas pada kulit. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan gel menggunakan ekstrak etanol kulit buah naga merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ektrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap udem pada kaki tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Uji aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan membuat ekstrak kulit buah naga merah dalam pelarut etanol 96%, dengan metode maserasi, dilakukan uji fitokimia. Ekstrak dibuat sediaan gel meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Dilakukan uji antiinflamasi pada kaki tikus yang telah di induksi karagenan 3%. Hasil penelitian menunjukan kadar total flavonoid pada ekstrak etanol 96% kulit buah naga merah sebesar 62,476 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan gel ektrak etanol kulit buah naga merah FI dan FII memiliki aktivitas antiinflamasi dibandingkan dengan kontrol negatif, aktivitas antiinflamasi berbeda nyata dengan kontrol positif aloe vera shooting gel. Berdasarkan hasil analisis statistik, sediaan gel FI dan FII memiliki pengaruh yang berbeda dengan kontrol positif dan kontrol negatif. sedangkan untuk sediaan gel FI dan FII memiliki pengaruh yang sama terhadap udem kaki tikus putih jantan (Rattus norvegicus).