Sebanyak 1507 item atau buku ditemukan

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP UDEM KAKI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

556 Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat karena memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antiinflamasi, senyawa ini diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi sel yang rusak akibat efek radikal bebas pada kulit. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan gel menggunakan ekstrak etanol kulit buah naga merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ektrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap udem pada kaki tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Uji aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan membuat ekstrak kulit buah naga merah dalam pelarut etanol 96%, dengan metode maserasi, dilakukan uji fitokimia. Ekstrak dibuat sediaan gel meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Dilakukan uji antiinflamasi pada kaki tikus yang telah di induksi karagenan 3%. Hasil penelitian menunjukan kadar total flavonoid pada ekstrak etanol 96% kulit buah naga merah sebesar 62,476 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan gel ektrak etanol kulit buah naga merah FI dan FII memiliki aktivitas antiinflamasi dibandingkan dengan kontrol negatif, aktivitas antiinflamasi berbeda nyata dengan kontrol positif aloe vera shooting gel. Berdasarkan hasil analisis statistik, sediaan gel FI dan FII memiliki pengaruh yang berbeda dengan kontrol positif dan kontrol negatif. sedangkan untuk sediaan gel FI dan FII memiliki pengaruh yang sama terhadap udem kaki tikus putih jantan (Rattus norvegicus).

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN GAYA HIDUP DAN KEPATUHAN PASIEN DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI POLIKLINIK DHUAFA IBNU SINA BAZNAS KOTA BOGOR

No. 555 Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh senyap, karena termasuk penyakit mematikan tanpa disertai gejala. Pengetahuan yang kurang baik, kepatuhan minum obat kurang baik, dan gaya hidup kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Gaya hidup hipertensi yang tidak sehat, dapat menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi, misalnya: makanan, aktifitas fisik, stres, dan merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien dengan gaya hidup dan kepatuhan dalam meminum obat. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan cara pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian diambil berdasarkan total sampling dari populasi penyakit hipertensi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sampel yang didapat sebanyak 50 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan pasien hipertensi yang cukup sebanyak 32 pasien (64%), gambaran gaya hidup penderita hipertensi baik sebanyak 39 orang (78%) dan gambaran kepatuhan pasien hipertensi yang patuh dalam meminum obat sebanyak 1 orang (2%). Hubungan antara pengetahuan pasien hipertensi dengan gaya hidup dan hubungan antara pengetahuan pasien terhadap kepatuhan di uji dengan menggunakan Korelasi Spearman Rho yang diperoleh nilai p-value > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan gaya hidup (p-value=0,198) dan tidak ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan (p-value=0,331) pasien hipertensi.