Sebanyak 1477 item atau buku ditemukan

Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada pasien anak demam Tifoid rawat inap di rumah sakit Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2018

No. 531 Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien anak demam tifoid rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2018 . Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan parameter karakteristik dan rasionalitas obat berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis (4T). Dari sampel 176 pasien anak demam tifoid menunjukkan bahwa pasien anak laki-laki sebesar 44,9% dan perempuan sebesar 55,1%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 10-14 tahun sebesar 52,3% dan berat badan tertinggi pada berat 16-20 kg sebesar 36,9%. Parameter tepat pasien sebesar 100%, tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat sebesar 100%, serta tepat dosis sebesar 74 %.

Profil Penggunaan dan potensi interaksi obat anti nyeri pada pasien rawat jalan dengan gangguan lambung ( dispepsia) di KPPRJ Annisa Dua Kota Depok

No. 530 Dispepsia merupakan keluhan klinis yang sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Banyak penderita dispepsia yang juga mengalami keluhan nyeri seperti nyeri kepala, nyeri sendi, bahkan nyeri gigi. Maka penggunaan obat-obat lambung pada penderita dispepsia seringkali dibarengi dengan pengunaan obat antinyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan dan potensi interaksi obat anti nyeri pada pasien rawat jalan dengan gangguan lambung (dispepsia) di KPRJ ANNISA DUA Kota Depok. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian terhadap 100 pasien. Proporsi tertinggi penderita dispepsia adalah kelompok umur 36-45 tahun (29,0%), jenis kelamin perempuan (67,0%), tingkat pendidikan SMA (66,0%), pekerjaan ibu rumah tangga (54,0%), klasifikasi interaksi potensial (75,0%) dan interaksi aktual (25%), tingkat keparahan interaksi minor pada ranitidin + natrium diklofenak (64.16%).

Formulasi dan uji stabilitas sediaan masker Peel-off ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) sebagai antioksidan

No. 529 Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat karena memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah fenol. Fenol merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan golongan senyawa kimia, kadar total fenol dan uji antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun salam, dan dibuat formulasi sediaan masker peel-off dengan konsentrasi 5% (FI) dan 10% (FII) serta di uji mutu fisik (organoleptis, viskositas, homogenitas, pH, waktu sediaan mengering, daya sebar), uji antioksidan dan stabilitas. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan masker peel-off menggunakan ekstrak etanol daun salam. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, polifenol, kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% daun salam sebesar 1,487 mg GAE/g dan memiliki aktivitas antioksidan 86,921 ppm. Formulasi dan evaDiameteri terhadap sedian masker peel-off ekstrak etanol daun salam dengan konsentrasi 5% (FI) dan 10% (FII). Masker peel-off FII memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu (92,395 ppm), dibandingkan FI (123,966 ppm). Stabilitas sediaan masker pada empat minggu yang dilakukan pada FII menunjukan hasil yang stabil secara fisik.

Gambaran Penggunaan antibiotik secara kualitatif dan kuantitatif pada pasien bedah sesar di RS salak Bogor

No. 528 Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di negara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah tersebut adalah antibotik. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien, gambaran penggunaan antibiotik dan ketepatan penggunaan antibiotik secara kualitatif dan kuantitatif pada pasien bedah sesar di Rumah Sakit Salak Bogor. Penelitian dilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien bedah sesar periode Juli-Desember 2018. Profil pasien bedah sesar di Rumah Sakit salak periode Juli-Desember 2018 berdasarkan karakteristik umur, data terbanyak kategori remaja akhir (17-25 tahun) dan dewasa awal (26-35 tahun) masing-masing 40%. Indikasi medis terbanyak ketuban pecah dini (KPD) 17,5% dan lamanya perawatan terbanyak 3-4 hari sebesar 91,25%. Penggunaan antibiotik terbanyak adalah seftriakson (93,75%). Hasil evaluasi secara kualitatif dengan metode Gyssens, jumlah peresepan yang masuk kategori 0 (penggunaan antibiotik tepat) sebesar 0%. Hasil evaluasi secara kuantitatif diperoleh data kuantitas antibiotik terbesar adalah seftriakson dengan total 53,07 DDD/100 patient days.

Aktivitas Antioksidan dan penentuan SPF sediaan krim Tabir Surya dari Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah pisang ambon (Musa acuminata Colla)

No. 527 Kulit buah pisang ambon memiliki kandungan antioksidan yang digunakan untuk mencerahkan dan melembabkan kulit. Antioksidan dapat menunda dan mencegah radikal bebas pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol 70% kulit buah pisang ambon dengan mutu fisik yang baik, kekuatan antioksidannya aktif, kategori SPF proteksi maksimal dan stabilitas krim tabir surya. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH sedangkan penentuan nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol 70% kulit pisang ambon dapat dibuat krim yang memiliki mutu fisik yang baik. Aktivitas antioksidan dari esktrak etanol 70% kulit pisang ambon dengan nilai inhibisi sebesar 88,12 ppm, sedangkan sediaan krim formula 1 (5%) nilai inhibisi 117 ppm, krim formula 2 (10%) nilai inhibisi 107, 11 ppm, krim formula 3 (15%) nilai inhibisi 92,04 ppm. Nilai SPF pada ekstrak etanol 70% sebesar 33,30, pada sediaan krim formula 1 (5%) sebesar 8,61, sediaan krim formula 2 (10%) sebesar 11,65, sediaan 3 (15%) sebesar 13,72. Stabilitas sediaan krim stabil pada suhu 25℃.

Pengaruh Edukasi Dengan Leaflet Terhadap tingkat pengetahuan dan Kepatuhan pasien TB Paru di puskesmas Cipaku

No. 526 Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Berdasarkan laporan WHO dalam Global Tuberculosis Report 2014, Indonesia menempati urutan kelima terbesar di dunia sebagai penyumbang penderita TB setelah negara India, Cina, Nigeria, dan Pakistasn. Tingkat resiko terkena penyakit TB di Indonesia berkisar antara 1,7% hingga 4,4%. Secara nasional, TB dapat membunuh sekitar 67.000 orang setiap tahun, setiap hari 183 orang meninggal akibat penyakit TB di Indonesia (Kemenkes RI, 2014). Dari beberapa faktor penyebab kegagalan dalam terapi pengobatan faktor yang paling menunjang dalam keberhasilan pengobatan TB yakni kepatuhan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh edukasi dengan leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi obat TB Paru di Puskesmas Cipaku. Penelitian ini bersifat prospektif, instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data dari rekam medik dan data isian kuisioner yang telah di checklist oleh pasien TB Paru . Analisis data yang digunakan adalah uji T-Test untuk tingkat pengetahuan dan uji Wilcoxon untuk tingkat kepatuhan. Hasil dari pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dibuktikan dengan uji T-test dimana hasil Sig(2-tailed) 0,000 ini berarti lebih kecil dari 0,05. Sedangkan pengaruh edukasi terhadap tingkat kepatuhan dibuktikan dengan uji Wilcoxon dimana hasil Asymp.Sig(2-tailed) 0,000 ini berarti lebih kecil dari 0,05. Dari kedua uji terlihat kenaikan nilai pada hasil uji sebelum dan sesudah diberi edukasi.

Hubungan Pengetahuan dengan`kepatuhan minum obat pada pasien Hiperkolesterolemia lanjut usia di puskesmas Cipaku Bogor

No. 525 Hiperkolesterolemia dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis sehingga dapat menimbulkan penyakit jantung koroner dan struk. Berdasarkan data riskesdas 2013 prevalensi hiperkolesterolemia meningkat 15% sesuai pertambahan usia pada kelompok lansia usia 55 – 64 tahun. Bertambahnya usia, kurangnya pengetahuan, tingkat kepatuhan rendah, gaya hidup yang tidak sehat, serta kurang aktivitas fisik menyebabkan tingginya penderita hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hiperkolesterolemia lanjut usia di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan cara pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hiperkolesterolemia lanjut usia yang terdaftar di Puskesmas Cipaku dengan jumlah 40 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 39 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian ini menunjukkan gambaran pengetahuan pasien hiperkolesterolemia lansia yang cukup baik sebanyak 18 pasien (46,15%), gambaran kepatuhan pasien hiperkolesterolemia lansia dengan kepatuhan sedang sebanyak 15 pasien (38,46%). Hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hiperkolesterolemia lanjut usia diuji dengan menggunakan Chi square diperoleh nilai P- value > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hiperkolesterolemia lansia di Puskesmas Cipaku Bogor (P- value = 0,274).

Efektivitas edukasi konsumsi tablet tambah darah terhadap pengetahuan, kepatuhan dan kadar hemoglobin pada remaja putri

No. 524 Indikator pembinaan perbaikan gizi masyarakat salah satunya adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, dimana pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016, menetapkan tercapainya target pemberian TTD bagi remaja putri sebesar 30% sampai dengan tahun 2019. Konsumsi TTD secara rutin akan berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri agar dapat menentukan status anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti gambaran pengetahuan, kepatuhan dan kadar hemoglobin serta meneliti efektivitas konsumsi TTD. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu populasi sebanyak 80 siswi dan sampel sebanyak 67 siswi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 20. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Dalam penelitian ini menggunakan data pengetahuan anemia, pengetahuan TTD dan pengetahuan gizi menggunakan uji Mann Whitney dikarenakan data berdistribusi tidak normal sedangkan untuk data kadar hemoglobin menggunakan uji T-test dikarenakan data berdistribusi normal. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa edukasi konsumsi TTD efektif terhadap pengetahuan anemia (p-value=0,000), pengetahuan TTD (p-value=0,000) dan pengetahuan gizi (p-value=0,000). Kesimpulannya edukasi konsumsi TTD efektif terhadap pengetahuan, kepatuhan, dan kadar hemoglobin pada remaja putri.

Analisis Interaksi Obat Antidiabetik pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor

No. 523 Interaksi obat merupakan interaksi antara suatu obat dengan bahan lainnnya yang mencegah obat tersebut memberikan efek seperti yang diharapkan. Interaksi obat dianggap penting secara klinik jika berakibat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi, jadi terutama jika menyangkut obat dengan batas keamanan yang sempit. Demikian juga interaksi yang menyangkut obat-obat yang biasa digunakan atau yang sering diberikan bersama tentu lebih penting dari pada obat yang jarang dipakai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis obat antidiabetik yang digunakan, jumlah interaksi obat dan tingkat potensial interaksi obat dalam penggunaan obat antidiabetik di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi dengan metode analisis deskriptif dengan mengambil data resep obat antidiabetik secara retrospektif pada bulan Maret 2019. Hasil penelitian menunjukan dari 117 resep, obat antidiabetik yang banyak digunakan yaitu metformin sebesar 56 resep (25,93%), jumlah interaksi obat dalam satu resep paling banyak yaitu 2 kejadian (23,93%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi obat secara potensial sebanyak 203 kejadian interaksi, potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian minor sebanyak 17 (8,37%), moderate 184 (90,64%) dan major 2 (0,99%).