Sebanyak 1420 item atau buku ditemukan

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELLITUS SEBELUM DAN SETELAH DI EDUKASI DI PUSKESMAS PASAR MUKA CIANJUR

No. 554 Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit degeneratif pada system metabolisme ditandai kenaikan kadar gula darah. Keberhasila terapi untuk pasien diabetes dipengaruhi oleh pengetahuan pasien tentang penyakit DM dan kepatuhan pasien dalam minum obat. Pengetahuan pasien dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara pemberian edukasi melalui leaflet tentang penyakit diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan pasien diabetes mellitus di puskesmas pasar muka cianjur sebelum dan sesudah edukasi. Metode penelitian ini adalah secara prospektif, dengan menggunakan pendekatan Case-Control pada pasien penyakit diabetes mellitus di Puskesmas Pasar Muka – Cianjur. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 54 orang, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ada perbedaan tingkat pengetahuan pasien diabetes mellitus di Puskesmas Pasar Muka Cianjur sebelum dan setelah edukasi dapat dilihat dari nilai P-value = 0,000 (p < 0,05).

HUBUNGAN FREKUENSI PENGAMBILAN EXJADE® TERHADAP KADAR FERITIN SERUM PADA PASIEN TALASEMIA ANAK DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SETUKPA POLRI SUKABUMI

No. 553 Pengobatan talasemia pada anak salah satunya dengan transfusi darah akan tetapi transfusi darah secara terus menerus akan meningkatnya zat besi dalam tubuh untuk mengatasi penumpukan zat besi didalam tubuh diberikan kelasi besi seperti Exjade®. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian Exjade® terhadap penurunan kadar feritin serum pada pasien talasemia anak. Data diambil secara retrospektif observasional dilakukan dengan mengambil data sekunder dari rekam medik pasien talasemia anak pada bulan Januari sampai Desember 2018 di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Analisa statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Sampel penelitian sebanyak 49 pasien talasemia anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia terbanyak menderita talasemia pada usia 5-11 tahun sebanyak 75,5%, dan jenis kelamin terbanyak menderita talasemia adalah perempuan sebanyak 53,1%, frekuensi pengambilan Exjade® dalam satu periode paling banyak adalah 3 kali pengambilan sebanyak 24,5%, dan gambaran kadar feritin serum paling banyak dikisaran 2000-3000 sebanyak 34,7%. Tidak ada hubungan bermakna antara pengambilan Exjade® dengan penurunan kadar feritin serum P-value < 0,05 (p-value = 0,000).