Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR PERIODE JANUARI 2013 SAMPAI DESEMBER 2014

No: 206 Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan suatu masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak-anak maupun balita.Salah satu ISPA bawah yaitu bronkopneumonia.Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran napas bawah yang menyebabkan paru-paru meradang sehingga alveoli dipenuhi nanah dan menyebabkan kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Nasional tahun 2011, diketahui bahwa pneumonia menjadi penyebab kematian balita tertinggi (22,8%). Berdasarkan hal tersebut, dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia balita.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan rancangan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bronkopneumonia banyak terjadi pada usia >2 tahun – 3 tahun yaitu 38,77% dengan jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 52,04% dan berat badan bronkopneumonia balita masuk kategori normal sebesar 100%. Tanda dan gejala pasien bronkopneumonia terbanyak yaitu napas cepat sebesar 100%, diikuti batuk 98,97%, nyeri dada 73,47%, panas 61,22%, pilek 57,14%, sesak 40,82%, wheezing30,61%, dan sariawan 12,42%. Penggunaan antibiotik yang terbanyak adalah amoksisilin 53,05%. Ketepatan indikasi mencapai 90,82%, ketepatan dosis antibiotik amoksisilin, eritromisin, dan kloramfenikol mencapai 100%, namun kotrimoksazol hanya 70,58%. Ketepatan regimen 100%. Lama penggunaan obat dengan waktu 5-12 hari mencapai 61,33%, sedangkan lama penggunaan obat dengan waktu kurang dari 5 hari sebesar 38,67