Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

PROFIL PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RS PMI BOGOR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2014

No: 187 Pasien penyakit ginjal kronik dengan faktor risiko hipertensi, penurunan fungsi ginjal pada pasien diperparah dengan peningkatan tekanan darah yang justru akan memperberat kerja ginjal. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kesesuaian jenis obat-obatan, dosis obat dan frekuensi pemberian obat yang digunakan pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik rawat inap di RS PMI bogor periode Januari – Desember 2014. Data diambil secara retrospektif kemudian dianalisis secara deskriptif. Data yang diteliti sebanyak 71 pasien, dengan usia 26 – 65 tahun. Dari analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: berdasarkan jenis kelamin sebanyak 47 pasien berjenis kelamin laki–laki (66,20%), dan 24 pasien berjenis kelamin perempuan (33,80%). Berdasarkan usia lansia 45-65 tahun sebanyak 45 pasien (63,38%). Berdasarkan stadium yang terbanyak adalah stadium 5 sebesar 92,96%. Berdasarkan kesesuaian jenis obat-obatan dengan standar The Renal Drug Handbook adalah penggunaan obat hipertensi tunggal (monoterapi) yang yang paling banyak digunakan golongan CCB (Calcium Channel Blocker) sebanyak 37 pasien(52,11%). Penggunaan kombinasi 2 obat yang banyak digunakan yaitu CCB+diuretik sebanyak 9 pasien (12,67%). Penggunaan kombinasi 3 obat yang banyak digunakan yaitu CCB+ARB+Diuretik sebanyak 4 pasien (5,63%). Berdasarkan ketepatan dosis dan frekuensi pengobatan yang tidak sesuai standar The Renal Drug Handbook terdapat 1 pasien dengan pemberian dosis kaptopril yang berlebih dan terdapat 7 pasien yang tidak tepat frekuensi pemberian furosemid.