Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Sitotoksisitas ekstrak etanol 70% kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack). L.C. Nielsen) terhadap penghambatan sel kanker payudara MCF-7 dan kanker serviks hela

No. 416 Kulit Jengkol (Archidendron jiringa (Jack). I.C. Nielsen) selama ini tergolong limbah organik yang tidak memberikan nilai ekonomis. Kandungan senyawa bahan alam pada kulit jengkol antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Beberapa senyawa tersebut struktur molekulnya diduga berpotensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek sitotoksisitas ekstrak etanol 70% kulit jengkol sebagai antikanker. Kulit jengkol dimaserasi dalam etanol 70%, ekstraknya dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan sel MCF-7 (kanker payudara) dan sel HeLa (kanker serviks) berdasarkan metode MTT assay. Parameter yang diukur adalah nilai inhibition concentration (IC50). Ekstrak kulit jengkol menunjukkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 51,76 μg/mL dan terhadap sel HeLa nilai IC50 sebesar 39,618 μg/mL. Nilai IC50 dari kedua sel kurang dari 100 μg/mL menunjukkan kategori sitotoksisitas potensial, maka ekstrak kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.