Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Sitotoksisitas kombinasi ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena Leucoceephala (Lam.) de wit) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) L. C. Nielsen) terhadap sel kanker payudara MCF-7

No. 417 Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan kulitjengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) merupakan tumbuhan suku polongpolongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid.Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker.Uji sitotoksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai sitotoksisitas dari kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkol.Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Perbandingan kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkolyang digunakan secara berturut-turut 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9. Metode sitotoksisitas yang digunakan adalah MTT assay dengan kultur sel kanker payudara MCF-7. Parameter yang diukur adalah nilaiinhibition concentration (IC50). Kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkoldengan perbandingan 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 menunjukkan aktivitassitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 37,35; 28,57; 11,69; 7,5; dan 1,92 ppm. Berdasarkan kriteria sitotoksisitas National Cancer Institute (NCI) kombinasi ekstrak 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 termasuk dalam kategori sitotoksisitas potensial. Oleh sebab itu, kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.