Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus sanguinis

No: 395 Bonggol nanas bersifat buangan dari buah nanas yang populer dikonsumsi oleh masyarakat. Bonggol nanas mengandung senyawa aktif flavonoid dan tanin yang mempunyai efek sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bonggol nanas menjadi bentuk sediaan obat kumur serta menguji aktivitas antibakterinya. Ekstrak bonggol nanas didapatkan dari hasil ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri terdiri dari 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing konsentrasi yaitu 20%, 30%, dan 40%, serta 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif (chlorhexidine) dan kontrol negatif (akuades steril). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas dan sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus sanguinis pada semua konsentrasi. Aktivitas antibakteri terbesar dan termasuk dalam kategori kuat diperoleh pada konsentrasi 40% dengan nilai rata-rata diameter zona bening sebesar 12,07 mm pada ekstrak bonggol nanas dan 10,96 mm pada sediaan obat kumur. Hasil Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas dan sediaan obat kumur ekstrak bonggol nanas memiliki perbedaan yang bermakna terhadap Streptococcus sanguinis. Berdasarkan hasil zona bening yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas setelah dibuat sediaan obat kumur.