Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di kelompok pengelolaan penyakit kronis (prolanis) klinik qita

No. 430 Hipertensi secara luas dikenal dengan penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah diatas tekanan darah normal, tepatnya dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg yang diukur dalam keadaan tenang pada dua kali pengukuran. Kepatuhan minum obat hipertensi memberikan kontribusi besar terhadap kestabilan tekanan darah. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat hipertensi yaitu dengan mengikuti program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di kelompok pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) Klinik Qita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, dalam penelitian ini sampel ditentukan dengan metode purposive. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8) dan 1 set alat tensimeter. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan kepatuhan tinggi sebanyak 14 responden (46.7%), kepatuhan sedang sebanyak 5 responden (15.7%) dan kepatuhan rendah sebanyak 11 responden (36.7%). Hasil pengujian korelasi pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah sistolik dengan p< 0,05 dengan nilai signifikansi 0,038 dan terdapat hubungan dengan tekanan darah diastolik dengan p< 0,05 dengan nilai signifikansi 0,024.