Sebanyak 1545 item atau buku ditemukan

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN PEPAYA (Carica papaya.Linn) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

No. 592 Tanaman Pepaya merupakan tanaman tropis yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia, tanaman pepaya adalah salah satu tanaman berkhasiat sebagai obat tradisional, terutama daun pepaya mengandung alkaloid carpain yang berpotensi sebagai antibakteri. Aktivitas daun pepaya dilakukan dengan menentukan zona daya hambat menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antibakteri ekstrak daun pepaya menggunakan pelarut etanol 70% dengan konsentrasi 40%, 50%,dan 60%. Proses ekstraksi daun pepaya dengan metode maserasi. Penentuan aktivitas antimikroba berdasarkan zona daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Hasil uji antibakteri ekstrak etanol 70% daun pepaya dengan konsentrasi 40,50, dan 60% berturut-turut diperoleh zona hambat 16,12; 19,71; dan 23,59 mm, sedangkan kontrol positif menggunakan Amoksisilin zona hambatnya sebesar 40mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun pepaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pepaya yang digunakan maka semakin luas daya hambatnya.

FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL DARI Spirulina platensis SEBAGAI ANTIBAKTERI

No. 591 Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penggunaan antibakteri dari bahan sintetik dapat mencegah terjadinya infeksi, namun tidak sedikit yang memberikan efek samping seperti iritasi. Salah satu keanekaragaman hayati potensial adalah mikroalga S. platensis dapat menjadi alternatif sumber antibakteri alami dan dapat dijadikan sediaan farmasi dalam bentuk sabun padat transparan. Spirulina platensis diketahui memiliki aktivitas antibakteri karena mempunyai kandungan senyawa aktif flavonoid, fenol dan saponin didalamnya sehingga efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan sabun padat transparan dari ekstrak etanol S.platensis dengan konsentrasi sebesar 1%, 2%, dan 3% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Gram positif S. aureus, Gram negatif E. coli dan apakah variasi konsentrasi ekstrak etanol 1%, 2%, dan 3% memberikan zona hambat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi ekstrak S. platensis F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Sabun yang dihasilkan dianalisis secara fisika dan kimia meliputi organoleptis, pH, kadar air, kekerasan, jumlah asam lemak bebas, hedonik, uji stabilitas pada penyimpanan suhu 25 - 30oC dan 60oC selama 3 minggu dan uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula sabun padat transparan memiliki sifat fisika dan kimia yang memenuhi standar SNI dan memberikan aktivitas paling baik pada formula 3% dengan zona hambat untuk Staphylococcus aureus sebesar 18,10 mm dan Escherichia coli sebesar 16,54 mm termasuk kategori kuat.

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% MIKROALGA Chroococcus turgidus PADA SEDIAAN MASKER PEEL - OFF

No. 590 Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang sering terjadi pada wajah yang disebabkan karena adanya sumbatan oleh lemak pada pori kulit. Akibat dari sumbatan tersebut, dapat terjadi komedo dan pada kondisi meradang karena infeksi bakteri dapat menyebabkan terjadinya jerawat yang terasa nyeri. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa Chroococcus turgidus memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri dan antioksidan yaitu kandungan senyawa aktif flavonoid. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk megetahui aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis pada sediaan masker peel-off yang megandung ekstrak etanol 96% Chroococcus turgidus dengan variasi konsentrasi 2%, 3% dan 4% yang selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan yang meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, waktu sediaan mengering, daya sebar, sifat mekanik, uji iritasi, uji hedonik, dan uji stabilitas cycling test. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antibakteri sediaan masker peel-off terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Stapilococcus epidermidis