Sebanyak 7 item atau buku ditemukan

Dokumentasi Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia

PERBANDINGAN EKFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT TIAMFENIKOL DAN SEFADROKSIL PADA PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BANTUAN BATALYON KESEHATAN CILUAR BOGOR PERIODE APRIL-JUNI 2015

No: 247 Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang ditandai dengan adanya demam serta dapat terjadi gangguan saluran pencernaan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan sefadroksil dan tiamfenikol terhadap demam tifoid pada pasien rawat jalan. Desain penelitian ini adalah analisis deskriptifdan secara prospektif. Pengambilan data dilakukan pada April-Juni 2015melalui rekam medis dan observasi pada 50 pasien yang terdiri atas 14 pasien laki-laki dan 36 pasien perempuan. Pasien diberikan terapi tiamfenikol dan sefadroksil dengan tiap jenis terapi berjumlah 25 pasien. Selama pemberian terapi selama 7 hari, kedua terapi dibandingkan efektivitasnya berdasarkan pengurangan gejala klinis atau kesembuhan. Hasilnya menunjukkan terapi sefadroksil memiliki waktu sembuh lebih cepat dengan jumlah sembuh terbanyak pada hari ke-4 sebanyak 14 (28%) pasien dibandingkan terapi tiamfenikol, yang paling banyak sembuh pada hari ke-5 sebanyak 12 (24%) pasien. Rerata lama rawat jalan dengan terapi tiamfenikol lebih lama yaitu 5,52 hari dibandingkan terapi sefadroksil yaitu 4,48 hari. Terdapat perbedaan bermakna perbandingan efektivitas terapi tiamfenikol dan sefadroksil (uji Kolmogorov-Smirnov, p=0,002). Disimpulkan terapi sefadroksil lebih efektif dibandingkan dengan terapi tiamfenikol pada kasus demam tifoid.

ISOLASI KOMPONEN AKTIF ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT DARI JAMUR ENDOFIT DAUN RASAMALA (Altingia excelsa Noronha)

No: 212 Pemanfaatan tumbuhan tinggi untuk bahan baku obat perlu waktu yang lama dan biomassa yang banyak sehingga potensi mikroba endofit yang berasosiasi dengan tumbuhan potensial perlu diteliti. Keuntungan mikroba endofit adalah kebutuhan tanaman inang dalam jumlah sedikit, siklus hidup singkat, dan produksi komponen aktif mirip dengan tumbuhan inang. Pada penelitian ini dilakukan isolasi komponen aktif antioksidan dari ekstrak etil asetat jamur endofit AED-2 yang berasosiasi dengan daun rasamala (Altingia excelsa Noronha) dan katekin sebagai kontrol positif. Isolasi komponen aktif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi kolom dan KLT preparatif. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl(DPPH) dengan mengukur 50% peredaman radikal bebas DPPH. Salah satu komponen aktif antioksidan hasil isolasi dengan metode kromatografi adalah fraksi 4.3.1. Nilai IC50 katekin, ekstrak AED-2 dan fraksi 4.3.1 berturut-turut adalah 10,77; 185,37; dan 245,15 ppm. Berdasarkan nilai IC50, fraksi 4.3.1 dikategorikan sebagai penangkap radikal bebas yang sangat lemah.