Sebanyak 14 item atau buku ditemukan

FORMULASI FAST DISSOLVING TABLET SALBUTAMOL SULFAT MENGGUNAKAN VARIASI JUMLAH CROSPOVIDONE SEBAGAI SUPERDISINTEGRAN

No: 291 Salbutamol sulfat membutuhkan onset yang cepat karena digunakan untuk pengobatan asma yang memerlukan reaksi kerja obat yang cepat. Fast dissolving tablet (FDT) merupakan tablet yang dapat hancur dalam waktu singkat sehingga dapat menjadi alternatif untuk mempercepat kerja obat sehingga meningkatkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi crospovidone sebagai bahan superdisintegran terhadap kecepatan waktu hancur dari FDT salbutamol sulfat. Dibuat tiga formula FDT yang masing-masing mengandung 5% (F1), 15% (F2), dan 25% (F3) crospovidone. Pembuatan FDT dilakukan dengan metode kempa langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa tablet FDT yang dibuat memenuhi persyaratan fisik sediaan FDT meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu pembasahan, waktu disintegrasi termodifikasi, keseragaman kandungan dan stabilitas. Formula F1 (crospovidone 5%) memiliki waktu disintegrasi termodifikasi 135,115 � 0,806 detik, formula 2 (crospovidone 15%) memiliki waktu disintegrasi termodifikasi 101,405 � 1,069 detik, dan formula 3 (crospovidone 25%) memiliki waktu disintegrasi termodifikasi 93,950 � 0,628 detik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi crospovidone maka akan menghasilkan tablet dengan waktu disintegrasi yang semakin cepat.

UJI FARMAKOLOGIS EKSTRAK KENTAL DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn) UNTUK MEMBANTU PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain Sprague-Dawley)

No: 285 Masyarakat sering menggunakan tanaman obat sebagai alternatif untuk penyembuhan yaitu luka. Luka sering dialami oleh tubuh manusia baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Luka sayat adalah luka yang disebabkan karena sayatan dari benda tajam, kayu dan lain sebagainya. Salah satu tumbuhan yang sering digunakan sebagai terapi obat tradisional adalah daun meniran yang dapat membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak kental daun meniran (Phyllanthus niruri Linn) dalam mempercepat waktu penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan galur Sprague-Dawley. Ekstrak kental daun meniran diperoleh dari proses infusa dengan pelarut air pada suhu dibawah 60oC selama 15 menit. Pengujian ini dibuat 6 kelompok dengan kontrol negatif (luka dibiarkan), kontrol positif (diberi betadine) dan diberi ekstrak kental daun meniran konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Ekstrak kental daun meniran diberikan secara topikal dalam empat tingkatan konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%, Ekstrak dioleskan menggunakan kassa steril dengan luka sayat sepanjang 2 cm dan kedalaman 0,2 cm pada punggung tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiap perlakuan konsentrasi mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka sayat, tetapi mempunyai nilai yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kental daun meniran yang paling cepat untuk penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan galur SpragueDawley adalah konsentrasi 100% dan 75%.

EFEKTIVITAS LOTION TABIR SURYA DARI PELEPAH DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) SECARA IN VITRO

No: 279 Sinar matahari dapat merusak kulit terutama pancaran sinarnya yang berlangsung sejak pukul 09.00-15.00, karena mengandung sinar ultraviolet (UV) yaitu UV-A, UV-B dan UV-CTanaman Lidah buaya memiliki kandungan Aloin yang merupakan turunan dari antraquinon sehingga dapat digunakan sebagai tabir surya untuk mencegah paparan sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas campuran getah dan daging buah dari pelepah daun Lidah buaya yang dibuat lotion sebagai tabir surya. Pada penelitian ini dibuat formulasi lotion campuran getah dan daging buah pelepah daun Lidah buaya dengan konsentrasi sebesar 10%, 20% dan 30%. Selanjutnya dilakukan evaluasi fisik pada ketiga formulasi tersebut seperti uji organoleptik, uji homogenitas, pengukuran pH, dan uji stabilitas. Pengujian efektivitas lotion tabir surya dilakukan secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 290-400 nm untuk menentukan nilai SPF dari sediaan tersebut. Nilai SPF yang didapat dari masing-masing konsentrasi yaitu 10%, 20% dan 30% berturut-turut sebesar 4,3033, 5,7721 dan 6,578. Nilai SPF yang didapat dari masing-masing formula memberikan perlindungan yang lemah dari sinar ultraviolet karena ≤ 6.

PENGARUH KONSENTRASI HPMC TERHADAP TAMPILAN FISIK DAN UJI HEDONIK SUSPENSI KERING KULIT BATANG KAYU MANIS Cinnamomum burmannii (Ness & T.Ness) Blume

No: 177 Penyakit Diabetes Melitus (DM) adalah golongan penyakit kronis yang terjadi akibat adanya gangguan sistem metabolism dalam tubuh, dimana organ pancreas tidak mampu memproduksi hormone insulin sesuai kebutuhan tubuh. Ekstrak (Cinnamomum burmanii (Ness & T.Ness) Blume) diyakini memiliki kemampuan tinggi dalam meningkatkan jumlah protein yang terlibat dalam aktivasi insulin secara seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi bahan pensuspensi HPMC terhadap sifat fisik suspensi kering dan apakah dapat diterima oleh panelis. Perbedaan konsentrasi bahan pensuspensi HPMC sebesar 5%, 10% dan 15%. Pembuatan suspense kering menggunakan metode granulasi basah. Dari penelitian terhadap sifat fisik granul suspense kering didapatkan hasil secara berturut-turut kadar air 3.008%, 2.830% dan 4.915%. Waktu air 3.67 g/detik, 4.03 g/detik dan 4.31 g/detik. Sudut baring 21.12º, 21.68º dan 22.34º. waktu rekonstitusi 0,45 menit, 0,51 menit, 1,32 menit. Uji pH 4.98, 4.94 dan 4.93. Viskositas 35.68.06 centipoise, 45.2989 centipoise dan 94.3211 centipoise. Dari hasil uji hedonic terhadap organoleptik, suspense kering dengan kadar HPMC 15% yang disukai. Ketiga formulasi memenuhi persyaratan. Semakin tinggi konsentrasi HPMC maka kadar air semakin tinggi, waktu rekonstitusi semakin lama, sifat air semakin baik, pH larutan suspense semakin asam, viskositas semakin tinggi