Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

MODIFIKASI EKSOPOLISAKARIDA ASAL BAKTERI USUS DENGAN METODE HIGH ENERGY MILLING SEBAGAI BAHAN BAKU SISTEM PENGHANTAR OBAT

No: 185 Eksopolisakarida (EPS) adalah senyawa polimer gula yang diproduksi secara ekstraseluler oleh organism seperti mikroba. Senyawa ini berpotensi digunakan sebagai bahan pengantar obat dalam bentuk nanopartikel yang mampu mempertahankan stabilitas protein , meningkatkan efek teurapeutik protein dan mendukung pemberian obat melalui rute oral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu penggilingan partikel dengan metode High Energy Milling (HEM) terhadap ukuran partikel Eksopolisakarida asal bakteri usus. Eksopolisakarida berhasil diproduksi oleh bakteri usus Lactobacillus plantarum FU811 (3335,35 mg/L) dan selanjutnya digiling menjadi nanopartikel menggunakan metode HEM dengan variasi lama waktu 0,2 dan 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu penggilingan partikel mengubah bentuk dan ukuran partikel EPS. Penggilingan selama 2 jam menurunkan ukuran partikel EPS sampai sebesar 152,1 ± 5,0 nm. Namum begitu, waktu penggilingan yang lebih lama berpotensi mengakibatkan aglomerasi partikel. Lama waktu yang optimumuntuk menghasilkan EPS berukuran nanometer diperlukan untuk menghindari terjadinya aglomerasi. Penelitian ini membuka peluang aplikasi HEM dalam menyiapkan nanopartikel EPS yang berpotensi digunakan dalam industri farmasi.

UJI EFIKASI INSULIN ORAL DENGAN BAHAN PENYALUT EKSOPOLISAKARIDA DARI Lactobacillus plantarum FU 0811 PADA PAPARAN pH ASAM DAN ENZIM PENCERNAAN

No: 146 Penelitian ini mengkaji kemampuan Eksopolisakarida (EPS) yang dapat melindungi insulin dari paparan pH asam dan enzim pankreatin. Pada paparan pH asam yang bervariasi 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; 6,5 dan Enzim pankreatin. Insulin yang dipakai Actrapid® Hm penfill® 100 1U/ml 3ml Biosintetic Human Insulin (Solution for Injection) yang diperoleh dari Kimia Farma, untuk enzim pankreatin dilarutkan pada buffer pH 6,5 sebagai kontrol. EPS dihasilkan dengan mengkultur bakteri L. plantarum FU 0811 di dalam medium dengan sumber karbon pati sagu yang dihidrolisis menggunakan larutan asam, EPS dipurifikasi menggunakan cellulose membrane, hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi EPS yang dihasilkan adalah sebesar 41,54 mg/L. Selanjutnya EPS digunakan sebagai penyalut insulin agar bisa tahan terhadap asam dan enzim pencernaan. EPS yang dihasilkan 41,54 mg/L, kemudian EPS diencerkan 2x menjadi 20,77 mg/L. Pengujian insulin dengan buffer pH asam dan enzim pankreatin, dilakukan dengan uji folin, menginkubasi pada suhu 37°C selama 120 menit dan penambahan TCA (Trichloroacetic Acid), reagen A, Reagen B-1, reagen B-2 dan reagen C, dengan mengukur absorbansi OD7s0nmmenggunakan spektrofotometer UV/VIS. Eksopolisakarida dapat melindungi insulin dari paparan pH asam dan enzim pankreatin terlihat bahwa insulin terdegradasi oleh adanya pH asam dalam tubuh, ketahanan insulin pada pH | sebesar 51,64% atau turun hampir setengahnya, namun ketika yang terukur dengan kompleks EPS sebesar 76,26%. Hasil tersebut dirasa belum cukup efektif untuk dibuat insulin oral, tetapi ketika pengujian insulin terhadap enzim pankreatin, insulin terdegradasi dengan keberadaan enzim_pankreatin, penurunan insulin sampai 52,1% insulin disalut dengan EPS agar dapat melindungi insulin dari keberadaan enzim pankreatin dan didapat hasil sebesar 94,4% dan kerusakannya hanya 5,6%. Ketahanan insulin dengan kompleks EPS dirasa efektif untuk pemakaian peroral. Secara umum penelitian ini membuka peluang untuk pengobatan diabetes mellitus secara peroral.