Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Pola Peresepan pengobatan pasien bipolar di instalasi rawat jalan rumah sakit ketergantungan obat Jakarta

No. 504 Gangguan bipolar merupakan salah satu perilaku abnormal yang kurang dipahami dan dikenal masyarakat. Gangguan bipolar adalah gangguan jiwa bersifat episodik dan ditandai oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi dan campuran, serta dapat berlangsung seumur hidup. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola peresepan, serta kesesuaian pengobatan gangguan bipolar pasien rawat jalan RS Ketergantungan Obat Jakarta 2017 dengan KepMesKes RI Nomor HK.02.02/MenKes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengambilan data retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data penggunaan obat pada resep pasien bipolar di Instalasi Farmasi RS Ketergantungan Obat Jakarta tahun 2017. Subyek penelitian berjumlah 65 pasien. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif yang mendiskripsikan obyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% pasien gangguan bipolar di RS Ketergantungan Obat Jakarta adalah laki-laki berusia 26-35 tahun (dewasa awal), sebanyak 40 pasien mengalami gangguan bipolar jenis F31.9 atau gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan. Terapi pengobatan yang banyak diresepkan adalah golongan Mood Stabilizer jenis divalproat, golongan antidepresan SSRI jenis fluoxetine dan golongan antipsikotik atipik jenis risperidon. Selain itu, evaluasi kesesuaian pengobatan menurut KepMesKes RI Nomor HK.02.02/MenKes/73/2015 pada pasien gangguan bipolar jenis F31 hanya 33%, pada jenis F31.0 dan F31.5 100%, jenis F31.2 hanya 67%, pada jenis F31.3 tidak ada kesesuaian, sedangkan pada jenis F31.9 75%.