Sebanyak 13 item atau buku ditemukan

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI METABOLIT BIOAKTIF JAMUR ENDOFIT TMS-03 DARI TUMBUHAN Curcuma mangga Val. Van. Zip

No: 300 infeksi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam jaringan tubuh yang memerlukan penanganan dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional mengakibatkan resistensi bakteri, maka diperlukan pencarian obat antibakteri baru menjadi penting dan berkelanjutan. Salah satunya adalah jamur endorfit yang merupakan sumber baru sebagai anti bakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi metabolit bioaktif ekstrak elit asetat jamir endorfit TMS-03 dari tumbuhan Curcuma mangga Val. van. Zip. dan menguji potensi antibakterinya terhadap staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Pada penelitian ini, dilakukan isolasi metabolit bioaktif ekstrak etil asetat jamur endofit TMS-03 sebanyak 750,7 mg dengan metode skrining antibakteri KLT-bioautografi dan kromatografi kolom. Fraksi aktif kemudian diuji aktivitas antibakterinya emnggunakan metode mikro dilusi dengan menentukan nilai KHM. Berdasarkan pada hasil penelitian, target senyawa aktif antibakteri terdapat pada freaksi F17.12 dan F17.8.1 dengan nikai KHM masing-masing sebesar 256 ug/mL terhadap S. Aureus dan E.coli sedangakan nilai KHM untuk E. coli fraksi F17.8.1 sebesar >256 ug/mL. Aktifitas antibakteri kedua fraksi tersebut lebih lemah dibandingkan dengan kloramfenikol yang memiloki nilai KHM sebesar 4 ug/mL terhadap S. aureus dan 8 ug/mL terhadap E. coli.

ISOLASI DAN UJI ANTIBAKTERI KOMPONEN KIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ENDOFIT PAL 01D1 DARI DAUN URANG-URANGAN (Villebrunea rubescens Blume)

No: 299 Jamur endofit merupakan kelompok mikroba endofit yang kaya akan sumber metabolit bioaktif, salah satunya adalah sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan uji aktivitas antibakteri komponen kimia dari ekstrak etil asetat jamur endofit Pal-01D1 yang di isolasi dari tumbuhan daun Urang-Urangan (Villebrunea rubescens Blume). Pengujian antibakteri menggunakan metode bioautografi serta senyawa murni dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum. Isolasi senyawa aktif dilakukan secara bertahap dimulai dengan uji KLT dan pemurnian dengan kromatografi kolom.Uji aktivitas antibakteri dilakukan degan metode mikro dilusi cair terhadap bakteri uji Staphyloccus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas senyawa murni F 8.4.1 memiliki nilai KHM terhadap bakteri Staphyloccus aureus dan Escherichia colisebesar >512 �g/ml, aktivitas senyawa ini lebih lemah dibandingkan dengan kontrol positif yang digunakan yaitu kloramfenikol yang memiliki nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap bakteri uji Staphyloccus aureus dan Escherichia coli sebesar 8 �g/ml.

STUDI PENDAHULUAN IDENTIFIKASI SENYAWA (+)-2,2'-EPISITOSKIRIN A PADA URIN DAN FESES MENCIT JANTAN SEBAGAI HASIL METABOLISME DARI GALUR Deutch Democratic Yokohama

No: 255 Secara in vivo senyawa (+)-2,2’-Episitoskirin A dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di jaringan dan dapat mengurangi terbentuknya abses pada mencit putih jantan Deutch Democratic Yokohama dengan dosis 12,5 mg/Kg BB,sehingga berpotensi sebagai bahan obat baru serta mengalami beberapa proses didalam tubuh seperti metabolisme. Tujuan penelitian ini adalah sebagai studi pendahuluan untukmengidentifikasi senyawa (+)-2,2’-Episitoskirin A pada urin dan feses sebagai hasil metabolisme mencit putih jantanDeutch Democratic Yokohama. Mencit diberi suspensi (+)-2,2’-Episitoskirin A dalam CMC 1% dengan dosis 200 mg/Kg BB. Urin dan feses ditampung selama 7 hari dimaserasi dengan metanol.Analisis yang digunakan adalah analisis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sampel feses memberikan dua bercak yang berbedadengan kontrol feses pada analisis KLT. Bercak pertama mempunyai nilai Rf yang sama dengan standar (+)-2,2’-Episitoskirin A sementara bercak yang lain memiliki nilai rf yang berbeda, sehingga diduga merupakan hasil metabolisme (+)-2,2’-Episitoskirin A. Spot pertama dianalisis lebih lanjut dengan KCKT, menunjukkan adanya waktu retensi dan spektrum UV/Vis yang sama dengan standar (+)-2,2’-Episitoskirin A. Sebaliknya, sampel urin menunjukkan adanya senyawa yang memiliki waktu retensi dan spektrum UV/Vis yang sama dengan standar (+)-2,2’-Episitoskirin A, baik pada kontrol maupun sampel urin perlakuan. Sampel urin diduga mengandung senyawa (+)-2,2’-Episitoskirin A atau senyawa lain yang mirip dengan senyawa (+)-2,2’-Episitoskirin A yang juga terdapat pada kontrol urin.

UJI DOSIS EFEKTIF SENYAWA (+)-2,2'-EPISITOSKIRIN A SEBAGAI ANTIABSES TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN

No: 219 Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme.Uncaria gambi r (Gambir) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak terdapat di Indonesia. Pada gambir, terdapat jamur Endofit Diaporthe sp. yang menghasilkan metabolit sekunder (+)-2,2’-Episitoskirin A. Senyawa(+)-2,2’-Episitoskirin A telah diketahui sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan (+)-2,2’-Episitoskirin A sebagai antiabses pada hewan uji mencit putih jantan yang diinduksi dengan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan 50 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 10 kelompok perlakuan yaitu Empat kelompok mencit di buat menjadi abses dengan diinduksi bakteri Staphylococcus aureus yang diberikan 2 jam setelah suspensi (+)-2,2’-Episitoskirin A dalam CMC Na 1% per oral dengan dosis 1.56 mg/kg BB, 3.12 mg/kg BB, 6.25 mg/kg BB dan 12.50 mg/kg BB. Tiga kelompok yang diberikan Vankomisin sebagai kontrol positif dengan dosis 4 mg/kg BB, 8 mg/kg BB dan 16 mg/kg BB secara intraperitonial, CMC Na 1% sebagai kontrol negatif yang diberikan secara oral, satu kelompok sebagai kontrol bakteri dan satu kelompok sebagai kontrol lingkungan. Diameter abses yang terbentuk diukur dengan penggaris dan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah populasi bakteri ialah metode spread plate. DariBeberapa dosis sample uji senyawa (+)-2,2’- Episitoskirin A yang diuji, terlihat bahwa pada dosis 3.12 mg/kg BB efektif untuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di jaringan.

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN Papuacedrus papuana TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 215 Staphylococcus aureusdan Escherichia colimerupakan mikroorganisme yang sering menyebabkan penyakit infeksi dan resistensi di lingkungan masyarakat. DaunPapuacedrus papuana termasuk dalam keluarga Cupraseseae diduga berpotensi memiliki aktivitas antibakteri.Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun Papuacedrus papuana terhadap bakteri Staphylococcus aureusdan Escherichia coli.Ekstrak Metanol daun Papuacedrus papuana diperoleh dengan metode maserasi. Isolasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode dilusi untuk menggetahui nilai MIC. Hasil isolasi didapatkan tiga senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu F6.3, F4.1.1 dan F4.1.2, dan hasil uji aktivitas antibakteri metode dilusi ekstrak metanol daun Papuacedrus papuanamemiliki aktivitas antibakteri dengan nilai MIC yang sama dengan kontrol positif pada bakteri Staphylococcus aureusyaitu 32 (µg/ml).

ISOLASI DAN UJI ANTIBAKTERI METABOLIT BIOAKTIF KULTUR JAMUR ENDOFIT CIBP-13 DARI TUMBUHAN Cinnamomum burmannii TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 180 Jamur endofit kini banyak dieksplorasi sebagai alternative senyawa bioaktif karena kemampuannya menghasilkan metabolit yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat. Berdasarkan hasil skrining sebelumnya drai ekstrak kultur jamur endofit yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang paling kuat adalah CIBP-13. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metabolit bioaktif sebagai antibakteri dari jamur endofit terpilih CIBP-13 yang berasosiasi dengan tumbuhan Cinnamomum burmanni serta mengetahui seberapa besar aktivitas antibakteri dari senyawa murni dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Isolasi senyawa aktif dilakukan dengan metode mikrodilusi cair terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri senyawa murni F.2.44 memiliki nilai KHM terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sebesar 256 µg/mL, aktivitas senyawa ini lebih lemah dibandingkan dengan kontrol positif yang digunakan yaitu kloramfenikol yang memiliki nilai KHM terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sebesar 8 µg/mL

UJI AKTIVITAS AFRODISIAK EKSTRAK ETANOL AKAR GINSENG KUNING (Rennellia elliptica Korth) PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN

No: 173 Ginseng kuning (Rennellia elliptica Korth) terutama akarnya, secara tradisional sering digunakan untuk berbagai penyakit dan keluhan kesehatan, termasuk sebagai Afrodisiak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak etanol akar ginseng kuning sebagai Afrodisiak pada mencit jantan. Mencit jantan dicekok ekstrak tersebut dengan dosis 50 mg/kg, 100 mg/kg, 250 mg/kg BB lalu dibandingkan dengan kontrol negatif (Na-CMC 1%) dan kontrol positif (Sildenafil sitrat), pemberian perlakuan dilakukan 1 kali dalam sehari selama 3, 5, dan 10 hari. Aktivitas Afrodisiak ditandai dengan peningkatan perilaku seksual mencit jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar ginseng kuning dosis 250 mg/kg BB mempunyai indikasi sebagai afrodisiak ditandai dengan peningkatan libido jika pemberian dalam jangka waktu pendek yaitu selama 3 hari. Sedangkan, jika digunakan dalam jangka waktu panjang yaitu selama 10 hari memperlihatkan perpanjangan ejakulasi. Akan tetapi berdasarkan uji statistic tidak signifikan bila dibandingkan dengan kontrol negative maupun control positif (p>0.05)

ISOLASI METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK N-HEKSAN DAUN KAYU SINA (Phyllocladus hypophyllus (J.) Hooker) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 167 Kayu Sina (Phyllocladus hypophyllus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan diantaranya untuk penanganan disentri, hepatitis, dan penyakit kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiapakah pada ekstrak daun Kayu Sina terdapat senyawa aktif sebagai antibakteri serta menentukan besarnya aktivitas antibakteri yang dilihat dari nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) senyawa tersebut. Ekstraksi daun Kayu Sina dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut n-heksan, dan diperoleh ekstrak pekat sebanyak 18,195 gram. Ekstrak n-heksan dipartisi dengan pelarut n-heksan dan methanol hingga dihasilkan 2 fraksi yaitu fraksi n-heksan sebanyak 10,6332 gram dan fraksi methanol sebanyak 7,5618 gram. Isolasi senyawa metabolit dilakukan pada fraksi n-heksan dengan metode kromatografi kolom silica gel, diperoleh senyawa murni F.5.1.5. dalam penentuan KHM pada F.5.1.5 digunakan metode mikrodilusi dengan control positif kloramfenikol. Nilai KHM terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dari F.5.1.5 sebesar 16 µg/mL lebih besar dari kloramfenikol yang nilaianya sebesar 8 µg/mL

ISOLASI METABOLIT BIOAKTIF JAMUR ENDOFIT TCBPc-6 DARI TUMBUHAN BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 160 Jamur endofit merupakan kelompok mikroba endofit yang kaya akan sumber metabolit bioaktifnya, salah satunya adalah sebagai senyawa antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan isolasi dan uji aktivitas antibakteri dari jamur endofit TCBPc-6 dari tumbuhan brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers). Pengujian antibakteri dilakukan menggunakan metode bioautografi. Ekstrak etil asetat jamur endofit TCBPc-6 sebanyak 2,9 g dipartisi dengan pelarut heksan-metanol menghasilkan fraksi terlarut heksan 0,260 g dan fraksi terlarut methanol 2,6507 g. Isolasi senyawa aktif dari ekstra heksan dilakukan menggunakan kromatografi kolom silika gel dan dilanjutkan kromatografi lapis tipis preparatif diperoleh dua senyawa murni yaitu senyawa murni 1 (F.5.1 dan F.5.2.1) dan senyawa murni 2 (F.5.2.2). penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) senyawa murni menggunakan metode mikrodilusi dengan kontrol positif kloramfenikol. Nilai KHM senyawa murni 1 terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah lebih besar dari 128 µg/mL, sedangkan terhadap senyawa murni 2 sebesar 256 µg/mL. nilai KHM senyawa murni 1 dan 2 ini lebih besar dibanding antibiotik kloramfenikol (8 µg/mL)

SKRINING, ISOLASI, DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI METABOLIT BIOAKTIF JAMUR ENDOFIT DARI GINSENG MERAH (Rennellia speciosa Hook. f.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 151 Mikroba endofit merupakan mikroba yang hidup dalam jaringan tumbuhan tanpa menyebabkan efek negative terhadap tanaman inangnya. Jamur endofit mampu nmenghasilkan senyawa-senyawa bioaktif salah satunya adalah senyawa antibakteri. Pada penelitian ini, dilakukan skrining, isolasi dan uji aktivitas antibakteri dari Ginseng Merah (Rennellia speciosa Hook.f.). skrining aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode bioautografi dan menghasilkan isolate yang paling aktif yaitu ekstrak GMD-4/5. Perbanyakan kultur jamur endofit GMD-4/5 dalam media PDB (potato-Dextrose-Broth) yang dilanjutkan dengan ekstraksi etil asetat menghasilkan ekstrak GMD-4/5 sebanyak 1,4196 g berwarna merah. Isolasi senyawa aktif dari ekstrak GMD-4/5 dilakukan menggunakan kromatografi kolom silica gel, diperoleh senyawa murni F.3.5a. penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap F.3.5a menggunakan metode mikrodilusi. Sebagai kontrol positif digunakan kloramfenikol. Nilai KHM untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dari f.3.5a, masing-masing sebesar 256 µg/m l. nilai KHM untuk bakteri kloramfenikol 8 µg/mL.