Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L) DC.) dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH

No. 521 Daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) telah diketahui mengandung senyawa vitamin C yang dapat berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH. Ekstrak etanol 70% daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) dibuat dengan deret konsentrasi 10, 15, 20, 25, 30 ppm dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) dengan deret konsentrasi 75, 100, 125, 150, 175 ppm keduanya dilarutkan dengan metanol pro analisis dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Ekstrak etanol 70% daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak etanol 70% daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai 〖IC〗_50 sebesar 22,12 ppm (sangat kuat) dan infusa daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) sebesar 167,03 ppm (lemah) serta vitamin C sebagai kontrol positif sebesar 6,82 ppm (sangat kuat).

pengaruh kombinasi ekstrak etanol kulit putih buah semangka (Citrullus Lanatus (Thunb.)) dan air bonggol pisang kepok (musa acuminata x Musa balbisiana (ABB Group)) terhadap pertumbuhan rambut tikus putih jantan

No. 422 Kulit putih buah semangka dan air bonggol pisang kepok secara empiris banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut, selain itu ekstrak etanol kulit putih buah semangka dan air bonggol pisang kepok juga telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut tikus. Namun penelitian aktivitas kombinasi dari keduanya terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi dari kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas yang paling baik untuk pertumbuhan rambut. Ekstraksi kulit putih buah semangka dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 %, sedangkan untuk mendapatkan sampel uji berupa air bonggol pisang kepok dengan cara menebang batang pohon pisang kurang lebih 50 cm di atas permukaan tanah kemudian batang pisangnya dilubangi tengahnya lalu ditutup dengan plastik dan didiamkan selama satu malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air bonggol pisang kepok dan ekstrak etanol kulit putih buah semangka (2:1) memiliki aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih panjang dibandingkan dengan kontrol positif (Minoxidil), sedangkan aktivitas pertumbuhan bobot rambut lebih ringan dari kontrol positif (Minoxidil).

Uji aktifitas antibakteri ekstrak etanol biji srikaya (Annona squamosa L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherchia coli dengan metode difusi cakram

No. 404 Penyakit infeksi atau penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri merupakan penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat, Bakteri penyebab infeksi diantaranya adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Staphylococcus aureus tergolong bakteri Gram positif, sedangkan Escherichia coli tergolong bakteri Gram negatif. Ekstrak etanol biji srikaya pada penelitian sebelumnya memiliki khasiat antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% biji srikaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus (Gram positif) dan Escherichia coli (Gram negatif). Ekstrak etanol 70% biji srikaya dibuat dengan cara maserasi, dipekatkan dengan rotary evaporator, kemudian hasil ekstraksi dilakukan uji fitokimia. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan tiga konsentrasi ekstrak 25%, 35% dan 45%. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol 70% biji srikaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin. Diameter zona hambat aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 25%, 35% dan 45% serta kontrol positif kloramfenikol 0,1% berturutturut sebesar 0 mm, 6,84 mm 8,25 mm dan 12,64 mm terhadap bakteri Escherichia coli. Sedangkan terhadap bakteri Staphylococcus aureus diameter zona hambatnya berturut-turut sebesar 0 mm, 6,16 mm dan 7,37 mm dan 10,69 mm. Hasil uji Anova Two Way yang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (berpengaruh nyata) antar perlakuan dengan nilai α lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% biji srikaya yang memiliki aktivitas antibakteri yang terbesar terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah pada konsentrasi 45%.