Sebanyak 18 item atau buku ditemukan

Formulasi sediaan lipstik dengan ekstrak kulit buah rambutan (Nephellium lappaceum L) sebagai pewarna

No. 513 Rambutan (Nephallium leppaceum L) merupakan sejenis buah-buahan tropika yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Kulitnya yang berwarna merah masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Adanya warna merah pada kulit buah rambutan disebabkan oleh adanya pigmen antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi sediaan lipstik dengan memanfaatkan pewarna alami yang terkandung dalam kulit buah Rambutan. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96% sebagai pelarut yang mengandung asam sitrat 2%, kemudian pelarut diuapkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kulit buah rambutan. Formulasi lipstik terdiri dari bahan-bahan seperti cera alba, setil alkohol, carnauba wax, adeps lanae, vaselin, minyak jarak, propilenglikol, tween 80, butil hidroksi toluen, nipagin serta penambahan ekstrak kulit buah rambutan dengan konsentrasi 25, 30, dan 35%. Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa sediaan lipstik yang dibuat mudah dioleskan, stabil, berwarna merah, homogen, titik lebur 53-65oC, pH 4,85-5,86 dan intensitas warna dengan perubahan intensitas warna yang cukup stabil.

Uji Aktivitas Kombinasi ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguculata (L.) Walp.) dan daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) terhadap pertumbuhan rambut pada tikus jantan galur Sparague Dawley

No.414 Ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguiculata (L) Walp.) dan ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) secara empiris telah banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut dan telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut, dan aktivitasnya setara dengan hair tonic yang terdapat di pasaran. Namun aktivitas dari kombinasi kedua ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas paling baik untuk menumbuhkan rambut. Kedua ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kacang panjang dan ekstrak daun mangkokan dengan perbandingan (1:1) mempunyai aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih tinggi dibandingkan kontrol positif (minoksidil), sedangkan aktivitas bobot rambutnya lebih ringan dari kontrol positif (minoksidil).

AKTIVITAS EKSTRAK AIR DAN ETANOL DAUN SIMPUR (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE

No: 393 Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia. Mekanisme obat hipoglikemik oral antara lain melalui perangsangan sekresi insulin, sensitiser insulin dan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase. Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli yang dikenal dengan nama daun simpur adalah tanaman obat yang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak air dan etanol dari daun simpur terhadap aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase dengan glucobay (akarbosa) 1% sebagai kontrol positif serta melakukan uji fitokimia dari kedua ekstrak tersebut. Daun simpur diekstraksi menggunakan pelarut air dan etanol 70% dengan metode maserasi. Selanjutnya dilakukan uji inhibisi aktivitas enzim α-glukosidase. Masing-masing ekstrak air dan etanol daun simpur dibuat dalam konsentrasi 1%, 1,5% dan 2%. Hasil penelitian menunjukkan senyawa aktif yang teridentifikasi dalam ekstrak air dan etanol adalah flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak air pada konsentrasi 1%, 1,5% dan 2% memiliki daya inhibisi berturutturut sebesar 1,49%, 2,76% dan 3,91%. Ekstrak etanol pada konsentrasi 1%, 1,5% dan 2% memiliki daya inhibisi berturut-turut sebesar 92,1%, 98,1% dan 118,3%. Sedangkan daya inhibisi enzim α-glukosidase dari glucobay (akarbosa) 1% adalah sebesar 99,5%. Daya inhibisi enzim α-glukosidase optimum berada pada ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 1,5% yang tidak berbeda nyata dengan daya inhibisi glucobay (akarbosa) 1%.

UJI MUTU FISIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania grandiflora Pers.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) GALUS SPRAGUE DAWLEY

No: 376 Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun turi (Sesbania grandiflora Pers.) mengandung senyawa saponin dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mutu fisik sediaan gel yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji pH dan uji stabilitas sediaan serta menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun turi terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun turi yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil penelitian menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol daun turi berwarna hijau kecoklatan, berbentuk gel yang homogen, memiliki pH 6 - 6,5, dan memiliki daya sebar gel yang baik. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun turi dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley DALAM SEDIAAN GEL

No: 374 Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas baik kontak secara langsung maupun tidak langsung. Luka bakar mengakibatkan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kulit, oleh karena itu diperlukan pengobatan untuk meringankan efek yang ditimbulkan tersebut. Tanin merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat dalam daun bayam merah. Tanin memiliki khasiat sebagai penyamak kulit sehingga efektif digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan efektivitas ekstrak etanol daun bayam merah yang diformulasikan dalam sediaan gel dalam mempercepat penyembuhan luka bakar. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% . Selanjutnya diaplikasikan pada hewan uji yang menderita luka bakar tipe II. Data pengamatan selama 14 hari kemudian dianalisis dengan metode One Way Anova dan menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam merah yang dibuat dalam sediaan gel memiliki aktivitas mempercepat penyembuhan luka bakar ditandai dengan perbedaan nyata antara kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dan efektif pada konsentrasi 15%.

SELEKSI DAN PENGUJIAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI NIRA AREN (Arenga pinnata Merr.) ASAL PAPUA SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK

No: 369 Bakteri asam laktat (BAL) banyak digunakan sebagai probiotik karena umumnya tidak patogen, bahkan beberapa strain mendapatkan status GRAS (Generally Recognized As Safe) dari FDA (Food and Drug Administration). Selain itu BAL mempunyai kemampuan hidup di dalam saluran pencernaan serta mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen enterik. Nira memiliki komponen nutrisi seperti gula dan komponen lain yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme salah satunya BAL. Penelitian ini bertujuan mencari BAL kandidat probiotik asal nira Aren (Arenga pinnata Merr.) dari Papua. Untuk menjadi kandidat probiotik, BAL harus melalui beberapa tahap uji. Isolat BAL diuji antimikroba terhadap bakteri E. coli dan B. cereus menggunakan metode sumuran. Selanjutnya BAL diuji kemampuannya bertahan pada garam empedu (0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4%). Isolat yang tahan terhadap garam empedu diuji pada pH rendah (pH 2,0 dan 2,5). Pertumbuhan BAL dilihat menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis selama 26 jam. Isolat yang tahan terhadap pH rendah dan oxgall 0,3% digunakan untuk uji antibakteri lebih lanjut dengan metode spot test terhadap 12 bakteri patogen antara lain E. coli, B. cereus, L. monocytogenes, S. enterica, P. aeruginosa, S. aureus, S. agalactiae, A. hydrophilla, E. ictaluri, A. sobria, P. shigelloides, dan K. pneumonia. Isolat terpilih (6 isolat) kemudian diuji toleransi terhadap Simulated gastric juice dan Simulated intestinal juice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 isolat hanya 1 isolat yang mampu bertahan pada Simulated gastric juice dan Simulated intestinal juice yaitu isolat NP 46. Kemudian isolat NP 46 ditumbuhkan pada media produksi dan jumlah sel NP 46 yang tumbuh pada media produksi sebanyak 2,06 x 109 CFU/g.

POTENSI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAN INFUSA DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) SECARA IN VITRO MELALUI UJI INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE)

No: 317 Penelitian aktivitas antidiabetes dari berbagai tanaman obat telah banyak dilakukan, antara lain aktivitas antidiabetes dari daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) secara in vivo. Namun, banyak faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas antidiabetes dari tanaman obat, antara lain : varietas tanaman, tempat tumbuh tanaman, metode pengujian, pelarut, dan konsentrasi yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji daya inhibisi ekstrak etanol 70% dan infusa simplisia daun sirih merah terhadap aktivitas enzim α-glukosidase dan sebagai kontrol positif menggunakan akarbosa 1%. Sampel uji diperoleh dengan metode infusa dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase oleh ekstrak etanol 70% dan infusa simplisia daun sirih merah dilakukan pada konsentrasi 1; 1,5, dan 2% menggunakan metode spektrofotometri. Pembacaan absorbansi dilakukan menggunakan microplate reader pada  410 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghambatan tertinggi terjadi pada konsentrasi 1,5%, untuk ekstrak etanol 70% yaitu sebesar 87,29% dan untuk infusa sebesar 66,50%. Aktivitas inhibisi ekstrak etanol 70% dan infusa simplisia daun sirih merah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan aktivitas akarbosa 1% yang memiliki nilai inhibisi sebesar 99,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia, ekstrak etanol 70% dan infusa daun sirih merah mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan steroid.

OPTIMASI PROSES PEMBERSIHAN BIOFILM Bacillus cereus OLEH EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Cranzt) DALAM SEDIAAN GEL HAND SANITIZER

No: 314 Bacillus cereus merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pembentukan biofilm. Daun Singkong ( Manihot esculenta Cranzt ) telah lama dikenal dan digunakan sebagai obat tradisional. Hal terebut disebabkan adanya bahan aktif yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum aktivitas ekstrak etanol daun singkong dan gel hand sanitizer yang mengadung esktrak etanol daun singkong dalam mengdegradasi biofilm Bacillus cereus. Ekstrak etanol daun singkung diperoleh dengan metode maserasi. Rancangan penelitian dan analisis data menggunakan metode Response Surface. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol daun singkong mengandung flavonoid, tanin dan saponin. Kondisi pembersihan biofilm Bacillus cereus yang optimium dicapai dengan mengaplikasikan gel hand santizer yang mengandung ektrak etanol daun singkong pada konsentrasi ekstrak 2 %, waktu kontak 10 menit dan suhu pembersihan 37ºC.

KARAKTERISTIK α-AMILASE Lactobacillus bulgaricus DAN POTENSINYA DALAM PENGURAIAN KARBOHIDRAT TEPUNG UMBI LOKAL

No: 274 α-Amilase adalah salah satu kelompok enzim penghidrolisis molekul pati yang bekerja memutuskan ikatan α-(1,4)-D-glikosida, menghasilkan maltosa dan glukosa yang tergolong gula pereduksi.Salah satu mikroba penghasil α-amilase adalah Lactobacillus bulgaricus.Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristikα-amilase L.bulgaricusdan menguji aktivitasnya dalam penguraian karbohidrat tepung talas, tepung gadung dan tepung ubi jalar (tepung umbi lokal).Penelitian ini diawali dengan menentukan karakteristik dan stabilitas α-amilase L.bulgaricus. Selanjutnya, α-amilaseL.bulgaricus digunakan pada penguraian karbohidrat tepung umbi lokal yang dibandingkan dengan aktivitas penguraian karbohidrat pada tepung terigu.Metode uji untuk mengetahui aktivitas α-amilase dilakukan dengan metode3,5-Dinitrosalicylic Acid (DNS).Dari hasil penelitian didapatkan, α-Amilase L.bulgaricus memiliki suhu optimum 50OC, pH optimum 6,0 dan aktivitas enzimsebesar 0,539U/ml. Enzim tersebut relatif stabil pada kisaran suhu 35O-65OC dan kisaran pH 5,0-7,0 dengan waktu inkubasi selama 60 menit. Aktifitas α-amilase L.bulgaricus dalam menguraikan tepung ubi jalar lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas penguraian pada tepung talas dan tepung gadung dengan kadar gula reduksi sebesar0,021%. Aktivitas penguraian tepung ubi jalar tersebut sebanding dengan aktivitas penguraian tepung terigu .

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL DAN AIR DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L.) Griff)

No: 251 Daun wungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) adalah tanaman yang memiliki manfaat kesehatan yang baik. Metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman tersebut antara lain adalah flavonoid. Fungsi flavonoid dalam tubuh manusia antara lain sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan air daun wungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) serta kandungan fitokimianya. Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi daun wungu muda secara maserasi menggunakan pelarut etanol dan air. Penapisan fitokimia yang dilakukan meliputi uji saponin, alkaloid, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). Hasil pengujian penapisan fitokimia daun wungu menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun wungu menghasilkan aktivitas antioksidan berskala lemah dengan nilai IC50 sebesar 1780,52 ppm, sedangkan ekstrak air daun wungu tidak menunjukkan aktivitas antioksidan. Namun aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% daun wungu muda tersebut jauh lebih rendah dari aktivitas antioksidan vitamin C yang memiliki IC50 sebesar 4,52 ppm.