Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Aktivitas Analgesik kombinasi infusa daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun ranti (Solanum americanum Mill) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat

No. 537 Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Penggunaan obat analgesik memang diakui masyarakat dapat menghilangkan rasa nyeri, namun penggunaan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga masyarakat mulai beralih menggunakan tanaman obat sebagai alternatif pengobatannya. Daun kersen dan daun ranti mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas kombinasi infusa daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun ranti (Solanum americanum Mill.) terhadap mencit putih jantan (Deutschen Denken Yoken) yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa kimia daun ditetapkan dengan uji Fitokimia, konsentrasi masing-masing infusa daun kersen dan daun ranti yang digunakan adalah 4 % dan konsentrasi kombinasi infusanya di uji dalam perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit putih jantan yang digunakan sebanyak 28 ekor yang dibagi ke dalam 7 kelompok perlakuan. Penurunan nyeri pada mencit ditetapkan dengan metode geliat Writhing. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa daun kersen pada uji fitokimia mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin sedangkan pada daun ranti mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil yang diperoleh menunjukkan efek analgesik dari kontrol positif, Infusa daun kersen [4%], Infusa daun ranti [4%], kombinasi infusa 1:1, kombinasi infusa 1:3 dan kombinasi infusa 3:1 berturut-turut sebesar sebesar 64,97 %, 59,35 %, 56,95 %, 27,67 %, 57,35 % dan 49,59 %. Infusa daun kersen [4%] memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif asam mefenamat, sedangkan untuk kombinasinya pada perbandingan 1:3 hasilnya tidak berbeda nyata dengan infusa daun kersen [4%].